Wali Kota Erman Safar Imbau Masyarakat Bukittinggi Untuk Sukseskan Sensus Pertanian 2023
"Hal tersebut tercermin dari variable yang dikumpulkan yaitu Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Perlindungan Sosial, Perumahan, Pendidikan, Kesehatan dan Disabilitas, serta Pemberdayaan Ekonomi. Pendataan lapangan dan pengolahan telah selesai dilakukan. Untuk memperkuat hasil tersebut, BPS Kota Bukittinggi telah melakukan diskusi yang melibatkan masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik (FKP).
Forum ini membuka ruang partisipasi dari masyarakat sekaligus kontrol pada penyusunan data perlindungan sosial pemerintah. Proses FKP akan kompleks karena melibatkan masyarakat dan tenaga dari luar BPS," jelasnya.
Selain itu, untuk Sensus Pertanian pada Tahun 2023 akan menghasilkan parameter pertanian, yang sangat bermanfaat untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga peran dan partisipasi pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat diperlukan pada pelaksanaan rangkaian kegiatan ST2023.
Baca juga: Gubernur Sumbar: Akurasi Data Penting Sebagai Penentu Kebijakan
"Regsosek sendiri telah dilaksanakan sejak 1 hingga 22 Mei 2023 lalu, sedangkan sensus pertanian dilaksanakan dari 1 Juni hingga 31 Juli 2023 mendatang.
Sensus pertanian bertujuan untuk mencatat pertanian Indonesia untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Penulis: Medio
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Sekdaprov Sumbar Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas Eselon III dan IV
- Pemprov Sumbar Siapkan Pengembangan BRT di Dua Kawasan Aglomerasi
- Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi Sinkronkan Program Strategis Pembangunan
- Jaga Kelestarian Adat dan Budaya Minangkabau, Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat
- Hasil Monev KI Sumbar 2024: 29 Badan Publik Informatif, 172 Tidak Informatif






