Ketua DPRD Supardi: Memperkuat Generasi Muda Kota Payakumbuh dan Menyikat Hoaks Bersama Pegiat Media Sosial

PAYAKUMBUH, binews.id --Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Keterbukaan Informasi Untuk Penggiat Media Sosial di Kota Payakumbuh. Tidak sekadar seremoni, acara ini bertujuan untuk memberikan sentuhan yang unik dalam mengarahkan potensi generasi muda dalam era digitalisasi yang terus berkembang.
Supardi menyampaikan pentingnya mengarahkan generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan yang berdampak positif. Ia menyoroti kapasitas yang luar biasa dari generasi muda di Kota Payakumbuh dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, ia juga menekankan bahwa jika potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi masalah di masa depan.
Pemerintah daerah perlu memberikan wadah bagi kemampuan generasi muda dalam pengembangan digitalisasi. Dengan adanya dukungan dan arahan yang tepat, bakat dan minat mereka dapat diarahkan pada hal-hal positif. Supardi telah berfokus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital selama dua tahun terakhir, tidak hanya melibatkan generasi muda, tetapi juga guru-guru SMA/SMK di Kota Payakumbuh.
Menurut Supardi, jika tenaga pendidik tidak menguasai teknologi digital, maka mereka akan tertinggal dalam perkembangan zaman. Dia menyadari bahwa dunia pendidikan terus berkembang, dan pola pembelajaran akan mengalami perubahan dengan belajar online sebagai alternatif. Oleh karena itu, pendidikan formal harus menjadi instrumen untuk mengembangkan bakat generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Acara Bimtek Keterbukaan Informasi Untuk Penggiat Media Sosial merupakan hasil kerjasama antara DPRD Sumbar dan Komisi Informasi (KI) Sumbar. Peserta yang hadir mencapai 40 orang, yang semuanya memiliki kepentingan terkait dengan potensi digitalisasi. Selain itu, Supardi juga telah berinteraksi dengan komunitas olahraga elektronik (e-sport) untuk mengadakan kompetisi dengan tujuan mencari bibit-bibit potensial yang dapat mewakili Sumbar pada tingkat nasional.
Supardi juga menyoroti perkembangan berbahaya yang timbul akibat teknologi, yaitu penyebaran informasi palsu atau hoaks. Masyarakat sering kali kesulitan menganalisis kebenaran suatu informasi, terutama dalam menghadapi tahun-tahun politik yang penuh dengan berita palsu. Hal ini dapat mempengaruhi sikap dan pemikiran masyarakat terhadap sistem pemilu dan calon pemimpin.
Ketua Komisi Informasi Sumbar, Nofal Wiska, menekankan bahwa pegiat media sosial (Medsos), terutama kalangan milenial, memiliki peran penting dalam melawan hoaks. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran dan kehadiran mereka di berbagai platform media sosial. Dengan menguatkan pegiat Medsos, diharapkan informasi yang disampaikan dapat lebih akurat, terpercaya, dan mampu memerangi hoaks.
Payakumbuh, dengan segala keberagaman pegiat media sosialnya, menjadi tempat yang inspiratif. Nofal Wiska berharap para pegiat media sosial di Payakumbuh dapat menjadi pionir dalam menyebarkan informasi yang benar, akurat, dan terpercaya serta berperan aktif dalam memerangi hoaks. (bi)
Baca juga: JPS Ngopi TOP Bersama Ridwan Tulus, Diskusi Peluang Pariwisata Sumbar
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- KPID Sumbar Gelar Literasi Media di Payakumbuh: Wujudkan Penyiaran yang Sehat
- Ajak Pemangku Kebudayaan Payakumbuh, Ketua DPRD Supardi: Jadikan Budaya sebagai Aset Masa Depan
- Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan, Ketua DPRD Sumbar Supardi: Berikan Kontribusi untuk Menjawab Persoalan Sosial
- Tokoh Payakumbuh Minta Supardi Maju Wali Kota Via Jalur Independen
- Ketua DPRD Sumbar Supardi Sambangi Masjid Al-Husna: Bakal Bantu Pengembangan UMKM