Inovasi Nagari Situjuah Batua di Masa Pandemi, Tempat Karantina Hingga Penyaluran BLT

Minggu, 31 Mei 2020, 20:54 WIB | Kesehatan | Kab. Lima Puluh Kota
Inovasi Nagari Situjuah Batua di Masa Pandemi, Tempat Karantina Hingga Penyaluran BLT
Inovasi Nagari Situjuah Batua di Masa Pandemi, Tempat Karantina Hingga Penyaluran BLT
IKLAN GUBERNUR

Dia menjelaskan, penerima BLT Dana Desa di Situjuah Batua, langsung menerima bantuan di rumah mereka masing-0masing. "Kepala jorong bersama kader Yandu di Situjuah Batua, langsung mengantar ke rumah masyarakat yang menerima BLT Dana Dana Desa. Dimana, di rumah tersebut juga dipasangi stiker, untuk mencegah adanya penerima ganda," kata Tan Marajo.

Sedangkan terhadap masyarakat Situjuah Batua yang patut menerima bantuan, tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah Nagari Situjuah Batua sudah merangkum nama-nama masyarakat tersebut, untuk diajukan ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos. Selain itu, warga yang tidak dapat bantuan, padahal pantas menerima, diberikan solusinya oleh pemerintah nagari Situjuah Batua, berupa bantuan beras.

"Jadi, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada perantau Situjuah Batua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras. Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Disamping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos," kata Tan Marajo.

Punya Tempat Karantina

Sebelum menempelkan daftar penerima BLT Covid-19 di warung kopi, kantor nagari dan tempat-tempat umum, Situjuah Batua juga tercatat sebagai nagari pertama di Kabupaten Limapuluh Kota yang membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nagari dan tim pembunuh Covid-19. Gugus tugas dan tim pembunuh ini dibentuk sejak akhir Maret dan dikukuhkan oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

Selain itu, Nagari Situjuah Batua juga memiliki tempat karantina atau bagi para perantau atau Pelaku Perjalanan Ternotifikasi (PPT) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang tidak bisa melakukan isolasi secara mandiri. Tempat karantina tersebut memanfaatkan bangunan SD Negeri 01 Situjuah Batua. Sedangkan biaya atau operasional di tempat karantina ini, ditanggung sepenuhnya atau dibiayai oleh Lembaga Adat Nagari (LAN) Situjuah Batua.

"Situjuah Batua adalah nagari pejuang. Sejak dulu sampai sekarang, di nagari pejuang ini, persatuan dan kesatuan masyarakat sangat tinggi. Kebersamaan antara pemerintah nagari dan lembaga-lembaga nagari, sangat tinggi. bahkan sudah menjadi kearifan lokal. Sehingga ketika terjadi pandemiCovid-19, kami bersama Bamus tidak hanya menyediakan anggaran sebesar Rp478 juta dari Dana Desa, tapi juga ada swadaya masyarakat dan Lembaga Adat Nagari untuk tempat karantina," kata Tan Marajo.

Disisi lain, sederet inovasi berbasis kearifan lokal yang digagas Nagari Situjuah Batua dalam memerangi Covid-19, mendapat apresiasi dari Pemprov Sumbar. Bahkan, Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar dan sejumlah tokoh, mengajak Pemerintah Nagari Situjuah Batua sebagai narasumber dalam salah satu webinar.

Selain itu, Wali Nagari Situjuah Batua DV Dt Tan Marajo, pada Jumat (22/2020), juga diundang sebagai narasumber Diskusi Online WAG Kawal Covid-19 Sumbar series 6 dengan tema "Nagari di Sumatera Barat di Tengah Wabah Covid-19". Menyusul diskusi tersebut, Pemkab Limapuluh Kota pada Rabu (27/5), juga menjadikan Situjuah Batua sebagai pilot projej penanganan Covid-19 di tingkat nagari, dengan mengundang Pemnag Situjuah Batua mengikuti rapat kerja Bupati bersama DPRD.

Dalam rapat kerja itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra beserta anggota, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Nagari Situjuah Batua dan Puskesmas Pangkalan yang telah menunjukkan kinerjanya dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Mestinya penanganan Covid-19 di Nagari Situjuah Batua kita jadikan model dan dituangkan dalam suatu kebijakan daerah. Sehingga menjadi contoh bagi nagari-nagari lainntya di Kabupaten Limapuluh Kota dalam penanganan Covid-19," kata Deni Asra, sebagaimana siaran pers Diskominfo Limapuluh Kota. (melba)

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: