Pemko Padang Panjang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting
PADANG PANJANG, binews.id — Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Rapat Penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (28/10).
Rapat yang dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk bersama menekan prevalensi stunting di kota berjuluk Serambi Mekkah-nya Sumatera Barat itu.
Dalam sambutannya, Wako Hendri menyampaikan apresiasi kepada para anggota TPK yang selama ini bekerja di lapangan mendampingi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong semua pihak.
"TPK adalah ujung tombak di tingkat kelurahan. Keberhasilan kita bergantung pada sinergi dan semangat kebersamaan. Tidak ada program yang berhasil tanpa kolaborasi," ujar Hendri.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota akan terus memperkuat berbagai program intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari peningkatan layanan gizi, perbaikan sanitasi, hingga edukasi kesehatan ibu dan anak. Hendri juga mencontohkan keberhasilan Kelurahan Tanah Pak Lambik yang telah mencapai status zero stunting sebagai bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor membuahkan hasil.
"Kita ingin semua kelurahan mengikuti jejak Tanah Pak Lambik. Pemerintah harus hadir di setiap lini untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tumbuh tidak optimal karena kekurangan gizi," tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini. Menurutnya, banyak kasus stunting terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi seimbang, pola makan sehat, dan kebersihan lingkungan.
"Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan daya pikir anak. Kalau kita ingin mencetak generasi unggul, perhatikan gizi sejak dalam kandungan," ungkap Maria.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno, menambahkan bahwa TPK memiliki peran vital sebagai garda terdepan di lapangan. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, TPK diharapkan semakin profesional dalam mendeteksi, melaporkan, dan menangani potensi stunting di wilayahnya masing-masing.
Kegiatan ini turut diisi dengan penyampaian materi oleh TP-PKK, Dinas Kesehatan, dan Bappeda. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta untuk memperkuat strategi penurunan stunting di Padang Panjang. Pemerintah berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata menuju generasi Padang Panjang Sehat, Cerdas, dan Bebas Stunting. (bi/Put)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Perkuat Stok Darah, Pemko Gelar Aksi Donor Sambut Ramadan 1447 H
- Wako Hendri Arnis Masuk Rumah Sakit, Minta Pelayanan RSUD Ditingkatkan
- Rp545 Juta Zakat Disalurkan Baznas, Dukung Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Mustahik
- Wakil Wali Kota Allex Serahkan Bantuan Baznas bagi Balita dengan Kelainan Jantung
- SPPG Koto Panjang Diresmikan, Wako Hendri Apresiasi Komitmen Yayasan Kemala Bhayangkari






