Temu Usaha Agribisnis Penas KTNA XVI Hasilkan Kerja Sama MoU 3,5 Miliar

PADANG, binews.id -- Petaniku sayang, petaniku malang. Kata itulah yang sering tergambar saat kita membayangkan nasib petani di Indonesia, namun dengan terciptanya kolaborasi, inovasi, dan kerjasama istilah 'Petaniku malang' akan sirna dan digantikan dengan senyuman dan kesejahteraan para petani.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Sumbar, Endrizal saat membuka acara Temu Usaha Agribisnis KTNA XVI dan Perjanjian kerjasama MoU UPLAND Project PSP di Hotel Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (13/6/2023).
"Melalui MoU yang akan kita laksanakan ini diharapkan tidak ada lagi istilah petaniku malang, yang ada adalah petani sejahtera," ujar Endrizal.
Ia menambahkan, pertanian merupakan sebuah kunci dalam kemajuan dan meningkatkan produktivitas perekonomian di suatu daerah. Apalagi di Indonesia, yang terkenal sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dipercaya dapat mendorong perekonomian negeri.
Baca juga: Polri Ungkap Tiga Kasus Besar Judi Online: Sita Aset Rp61 Miliar, Ungkap Sindikat Internasional
"Menyadari hal itu, Pemprov Sumbar mengalokasikan 10 persen APBD provinsi untuk pertanian, ini merupakan anggaran terbesar kedua setelah pendidikan," tutur Endrizal.
Sementara itu, Irwan Hidayat, selaku Narasumber, berharap acara Temu Agribisnis dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani dan nelayan.
"Temu usaha agribisnis ini memberikan kesempatan bagi petani nelayan selaku produsen komoditas pertanian, perikanan dan kehutanan, baik dalam skala perorangan maupun kelompok untuk berdiskusi secara langsung hasil olahan kepada pengusaha," ujarnya.
Di acara tersebut juga dilakukan MoU UPLAND Project PSP, antara korporasi dengan mitra eksportir. Di antaranya, koperasi produsen Perwira Cipta Mandiri dengan Mitra exportir PT Java Agritech.
Baca juga: BNPB Pastikan Dampingi Terus Daerah Terdampak Bencana Banjir Bandang
Produk yang dikerjasamakan antara lain, lada putih 40 ton (@85.000) dan lada hijau 7 ton (@25.000) dengan nilai total Rp 3.575.000.000. Lalu, koperasi produsen Gupon Sekarlangit dengan Mitra exportir PT Hassana Boga Sejahtera Tbk melalui produk beras putih 360 ton (@14.500) dan beras merah 24 ton (@16.500). (Dinas Kominfotik Prov. Sumbar)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM