Gubernur Mahyeldi Serahkan Kayu Hasil Tangkapan untuk Pembangunan Musala

Rabu, 19 Juli 2023, 11:19 WIB | Ragam | Kab. Sijunjung
Gubernur Mahyeldi Serahkan Kayu Hasil Tangkapan untuk Pembangunan Musala
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan secara simbolis kayu hasil tangkapan untuk pembangunan mushalla di Nagari Padang Laweh Selatan, Sijunjung, Selasa (18/7/2023). IST
IKLAN GUBERNUR

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra menyebutkan kayu hasil tangkapan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, itu telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai dengan Permen Lingkungan Hidup Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2017, peruntukan pemanfaatan barang bukti temuan ditujukan untuk kepentingan publik atau sosial.

"Bantuan ini adalah kayu temuan hasil operasi pengamanan hutan,"sebutnya.

Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat

Mekanismenya, PN menetapkan sebagai kayu temuan. Kemudian ada organisasi masyarakat mengajukan permohonan melalui Dinas Kehutanan, kemudian berdasarkan itu ditetapkan pemanfaatan barang bukti temuan tersebut. "Jika permohonan sesuai dengan ketentuan, maka proses pemanfaatan peruntukan barang bukti dapat dilanjutkan,"sebutnya.

Memprihatinkan MI Syafaat El-Quran adalah sekolah didirikan oleh hafiz dan qori asal Sijunjung. Mereka sepakat membangun sekolah hafiz juga pada 2015. Salah satu pendirinya, Dasrizal qari asal Sijunjung yang pernah juara tingkat internasional dengan cabang tilawah.

Semula sekolah ditempatkan di Jalan Adinegoro, Sijunjung. Tak bertahan lama, karena pemilik gedung tidak memperpanjang kontrak.

Akhirnya pindah ke tanah hibah dari Pemkab Sijunjung, di Padang Laweh Selatan. Kemudian dibangun tiga ruang sekolah. Hanya saja bangunan itu berdinding kayu, mobilernya seadanya. Pembatas ruang juga sudah bolong-bolong.

MI Syafaat El-Quran saat ini memiliki murid sebanyak 65 orang, dari kelas 1 sampai kelas 6. Ditambah dengan 20 murid MTI. Mereka diasuh oleh sebanyak 19 guru.

Gaji gurunya juga tidak seberapa, masih ada yang menerima gaji Rp150.000/bulan. Itupun juga sering menunggak. Tapi mereka tetap semangat mengajar.

Sekarang ada 6 ruang kelas. Bangunan itu tidak seperti sekolah biasanya. Dindingnya sebagiann kayu, hanya bagian luar beton. Apalagi mushalla, persis seperti dangau di sawah, tak ada dinding, tak punya tempat wuduk, hanya atap dan lantai kayu.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: