Megah dan Modern, Pasa Ateh Bukittinggi Beroperasi Kembali Setelah Diresmikan Wamen PUPR

Sementara itu Wamen PUPR, John Wempi Wetipo, menyampaikan, Pasa Ateh menjadi tonggak penggerak ekonomi masyarakat Kota Bukittinggi dan memiliki sejarah yang cukup panjang.
"Sejak terjadinya musibah kebakaran pada Oktober 2017 lalu. Kementrian PUPR mendapat instruksi dari mantan Wapres Jusuf Kalla untuk pembangunan kembali, dengan tema ramah lingkungan dan modern," jelas Wempi.
Diingatkannya, Pedagang nantinya wajib menjalankan protokol covid-19, agar pasar tidak menjadi episentrum penyebaran covid-19. "Kami juga apresiasi terhadap pemerintah provinsi Sumbar dan pemerintah Kota Bukittinggi yang konsentrasi mengawal pembangunan Pasa Ateh. Selamat beraktifitas di Pasa Ateh," tuturnya.
Baca juga: Pemko dan DPRD Bukittinggi Sepakati Tiga Ranperda Menjadi Perda
Pemerintah Kota Bukittinggi menyebut, Pasa Ateh dibangun dengan biaya Rp.292 miliar dari APBN. Pasa Ateh yang baru, dibangun dengan konsep green building dengan luas 3,9 hektare. Gedung megah berlantai empat termasuk basement dengan tinggi total 18,4 meter. Gedung ini dirancang ramah lingkungan dan mampu menampung lebih dari 800 toko.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, terima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat sehingga Pasa Ateh dapat kembali berdiri kokoh di pusat kota dan desainnya pun menyatu dengan ikon Bukittinggi, Jam Gadang.
"Dengan adanya Pasa Ateh, ekonomi masyarakat dapat digerakkan kembali, apalagi setelah ditimpa musibah non alam Covid-19," ujarnya.
Pada acara peresmian itu, sekaligus dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima Pasar Atas Kota Bukittinggi oleh Kepala Balai Pemukiman Sarana Wilayah Sumbar kepada Pemerintah Kota Bukittinggi.
"Secara resmi pembangunan ini dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bukittinggi, khususnya para pedagang," tukas Ramlan. (rls/mel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kabar Gembira Bagi Warga Bukittinggi dan sekitarnya, Pemko Gratiskan Masuk Obyek Wisata Berbayar
- Revitalisasi Payakumbuh, Supardi : Upaya Menjadikan Kota Budaya dan Pariwisata
- Stasiun Lambuang Bukittinggi Diresmikan Menteri BUMN Erick Tohir
- Stasiun Lambuang Bukittinggi Yang Terbesar di Sumbar Akan Diresmikan Menteri BUMN Erick Tohir
- Pedati ke 13 tahun 2023 Resmi Dimulai, Ribuan Pengunjung Tumpah Ruah Saksikan Event Tahunan