Khitanan Gratis untuk Faidil: Kisah Haru Bocah Tangguh dari Komplek Bumi Taratak Permai

Dharmasraya, binews.id --Di Komplek Bumi Taratak Permai Nagari Siguntur, lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Qari Internasional, Darwin Hasibuan, terdengar indah melalui pengeras suara Mushalla Al Jihad. Di samping mushalla yang terletak di tepi hamparan sawah, sekelompok bebek bergegas keluar dari genangan lumpur menuju kandang, ditemani seorang penggembala. Matahari mulai terbenam di ufuk barat, menandakan datangnya malam.
Seperti biasa, seorang bocah sederhana bergegas menuju mushalla, langkahnya dipercepat agar tidak terlambat, karena waktu magrib hampir tiba. Setelah mengambil wudhu, dia merapikan pecinya yang sudah memudar dan duduk menghadap kiblat, menunggu azan magrib. Seorang pria paruh baya kemudian memintanya untuk mengumandangkan azan, mengajak jamaah meninggalkan aktivitas duniawi dan bersujud kepada Sang Khalik.
Bocah tersebut, meski tidak menonjol di sekolah, memiliki keterampilan agama yang bisa diandalkan. Suara azannya merdu dan lafalnya bagus, sehingga sering diminta untuk mengumandangkan azan. Setelah magrib, seperti anak-anak lainnya, dia masih menyempatkan diri bermain bersama teman-temannya di sekitar mushalla.
"Faidil, jadi kamu mau bersunat, kan?" tanya seorang pria menegaskan kembali apa yang dibicarakan kemarin pagi.
Baca juga: Maraknya KDRT di Kota Padang, Kejari Gelar Penyuluhan Hukum di Nanggalo
"Iya, Om, tapi bapak katanya belum punya duit, mungkin liburan tahun depan," jawabnya lirih.
"Ya sudah, bilang sama bapak, siapkan fotokopi kartu keluarga dan KTP. Senin depan kamu khitan, ikut om," ujar pria pengurus RT itu.
Faidil Rahman, bocah 10 tahun itu, sudah sejak tahun lalu ingin seperti teman-teman sebayanya yang telah melangsungkan khitanan. Di kompleks tempat tinggalnya, hanya dia dan satu temannya yang belum sunatan. Meskipun sangat ingin, dia tidak memaksa bapaknya yang hanya seorang buruh tani dan harus menghidupi dia serta tiga saudaranya.
Keadaan semakin sulit setelah ibunya meninggal saat dia masih kecil. Faidil harus dewasa sebelum waktunya, memahami perjuangan ayahnya yang seringkali tidak memiliki pekerjaan tetap.
Baca juga: Kajari Pasaman Sobeng Suradal Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-79
Namun, harapannya untuk berkhitan seperti teman-temannya menemukan titik terang. Kejaksaan Negeri Dharmasraya menggelar bhakti sosial dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-64 Tahun 2024 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Adhyaksa Dharmakarini ke-24 pada Senin, 8 Juli 2024. Faidil, bersama 121 anak lainnya, mendapat kesempatan memperoleh khitanan gratis. Tetangganya yang simpati dengan ketabahan dan kesopanan Faidil mendaftarkannya untuk ikut khitan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Wakil bupati Kabupaten Dharmasraya Leli Arni Hadiri Hari Lahir Nahdlatul Ulama Ke-102
- Sutan Riska Pamit kepada Jajaran Polres Dharmasraya, Apresiasi Sinergitas Selama ini
- Sutan Riska Lantik PAW Wali Nagari Abai Siat
- Sutan Riska Berpartisipasi Dalam Penanaman Satu Juta Ha Jagung Bersama Forkopimda
- Tabligh Akbar Dalam Rangka HUT Kabupaten Dharmasraya ke 21 diikuti Ribuan Jamaah