Donny Yoesgiantoro Dorong UNAND Menjadi Top Ten Badan Publik Informatif 2024

PADANG, binews.id-- Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Donny Yoesgiantoro, bersama Komisioner KI Pusat Syawaludin, tiba di Kota Padang untuk menghadiri Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik dalam Rangka Zona Integrasi Universitas Andalas (Unand). Acara yang didampingi oleh Komisi Informasi Sumbar ini berlangsung pada Rabu (10/7/2024) di Gedung Convention Hall Kampus Unand, Limau Manis, Padang.
Dalam acara tersebut, Donny Yoesgiantoro yang menjadi keynote speaker menyampaikan bahwa Universitas Andalas patut berbangga menjadi bagian dari 34 universitas yang tergolong informatif. Ia berharap KI Sumbar dapat mendampingi Unand untuk meraih target peringkat Top Ten Badan Publik Informatif di tahun 2024.
"Saya meminta KI Sumbar untuk mengawal keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Unand hingga mencapai target peringkat Top Ten Badan Publik Informatif tahun ini. Saya yakin KI Sumbar periode baru ini mampu mendampingi Unand meraih target tersebut dalam Anugerah KI Pusat nanti," ujar Donny, yang disambut anggukan setuju dari para Komisioner KI Sumbar yang hadir.
Selain itu, Donny juga menekankan pentingnya hakikat keterbukaan informasi publik serta perbedaan hak antara pemberi dan penerima informasi.
Baca juga: KPU Solok Selatan dan KI Sumbar Gelar Media Gathering untuk Perkuat Transparansi Pemilu 2024
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan tiga tantangan utama dalam meningkatkan keterbukaan informasi: pertama, upaya pemerataan informasi publik yang dapat diakses oleh semua orang, termasuk kaum difabel, serta melibatkan seluruh unit kerja, termasuk fakultas.
"Kami perlu menyediakan informasi yang akurat dan cepat mengikuti perkembangan zaman dengan arus informasi yang begitu cepat. Selain itu, kami harus memerangi informasi palsu atau hoaks," jelasnya.
Rektor Efa juga menegaskan komitmen Universitas Andalas dalam mengelola informasi sebagai aset untuk meningkatkan nilai keberadaan universitas di masyarakat. Ia berharap inisiatif zona integritas wilayah bebas korupsi dapat terintegrasi dengan penyediaan informasi publik.
"Universitas Andalas berkomitmen memenuhi standar badan publik yang informatif sesuai dengan yang ditetapkan oleh Komisi Informasi Pusat," tambahnya.
Baca juga: Komisi Informasi Sumsel Studi Tiru ke Sumbar untuk Perkuat Monev Keterbukaan Informasi
Selain Ketua KI Pusat, acara sosialisasi ini juga menghadirkan Syawaludin, Komisioner Komisi Informasi Pusat, dan Siti Ajijah, Staf Ahli Komisi Informasi Pusat. Hadir pula para Komisioner KI Sumbar, yaitu Musfi Yendra, Tanti Endang Lestari, Mona Sisca, dan Riswandi. (bi/rel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
- KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
- Datuak Febby: Keterbukaan Informasi Penting untuk Efisiensi Anggaran
- Wako Fadly Amran Instruksikan Damkar Siram Material Tercecer di Jalan Bypass
- Kapolda Sumbar Hadiri Launching Penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari