Buka P2B2 PABI XXI, Plt Gubernur Audy Joinaldy Tekankan Pentingnya Peningkatan Kompetensi Ahli Bedah
PADANG, binews.id --Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ahli beda untuk mendukung target-target pembangunan kesehatan nasional. Hal itu disampaikan Audy saat membuka kegiatan tahunan Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) PABI XXI di Hotel Truntum Padang, Kamis (26/09/2024).
"Pemprov Sumbar ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama sekali Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI), yang telah mempercayakan Kota Padang sebagai tuan rumah untuk acara ini," kata Audy dalam sambutannya.
Audy menegaskan, Pemerintah Daerah di Sumbar terus berharap dan mendukung upaya-upaya peningkatan kapasitas tenaga medis, terutama dokter ahli bedah. Sebab, hal ini penting untuk mencapai target pembangunan kesehatan nasional. Terlebih, profesi dokter bedah adalah profesi yang mulia karena membutuhkan keahlian tinggi dan tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan serta keselamatan masyarakat.
"Kita berharap forum seperti ini bisa jadi wadah untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah, rumah sakit, dan tenaga medis guna meningkatkan kualitas layanan bedah di Indonesia, khususnya di Sumbar," tambahnya.
Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Langkah Strategis Percepat Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Selain itu, Audy juga mendorong para dokter untuk terus mengasah kemampuan, terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti telemedicine dan bedah robotik. Ia mengapresiasi para ahli bedah yang telah berkontribusi dalam transformasi sistem kesehatan di berbagai tingkatan pelayanan.
Selain itu, Audy berharap para ahli bedah bisa berperan lebih besar, terutama dalam penanganan situasi darurat seperti bencana alam, dan mendeteksi lebih awal kasus-kasus yang memerlukan penanganan bedah.
Di luar peningkatan kemampuan para ahli bedah, Audy juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi seluruh tenaga kesehatan di Sumatera Barat. Ia menyebutkan bahwa saat ini Sumbar sudah memiliki jumlah dokter spesialis yang memadai dengan rasio sesuai standar nasional.
Namun, ia juga mengakui masih ada beberapa rumah sakit yang kekurangan dokter spesialis bedah definitif untuk memberikan layanan optimal. Padahal, Sumatera Barat sendiri sudah memiliki 79 rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai daerah.
Baca juga: RSUD Arosuka Terus Berbenah, Bupati Solok Minta Layanan Kesehatan Ditingkatkan
"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan dukungan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia, agar masyarakat Sumatera Barat mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas," tutur Audy.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Efisien, Transparan, dan Ramah Lingkungan, KAI Divre II Sumbar Optimalkan Penggunaan BBM untuk Mobilitas Masyarakat
- Wagub Vasko Dorong Kab/Kota di Sumbar Tiru Langkah Pariaman Perluas Pasar Produk Pangan
- Sinergi Berkelanjutan, OJK dan Universitas Andalas Sepakati Nota Kesepahaman Baru
- Jaga Kualitas Layanan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Divre II Sumbar Lakukan MCU Rutin bagi Pekerja
- OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai di Dharmasraya






