Ridwan Tulus: Inspirasi dari Sosok Jurnalis Unik Adrian Tuswandi dan Peran Media dalam Pariwisata Hijau

PADANG, binews.id -- Ridwan Tulus, seorang penggiat pariwisata dan pemikir kreatif, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Adrian Tuswandi, seorang jurnalis yang akrab disapa "Toaik".
Menurut Ridwan, Adrian adalah figur jurnalis yang unik dengan gaya khas, termasuk "batu cincinnya" yang menjadi ciri ikonik. Keistimewaan lainnya, Adrian mampu membaur dengan siapa saja, mulai dari masyarakat lapisan bawah hingga para petinggi negeri, tanpa kehilangan gaya khasnya yang autentik.
Kekaguman Ridwan terhadap Adrian mengingatkannya pada almarhum kakak iparnya, Alda Wimar Irawan Noer, dan istrinya, Nina Rianti. Keduanya telah mengajarkan nilai keberanian untuk tampil beda sejak kecil, melalui filosofi eksistensialisme "Being a Red in the Plenty of Whites". Nilai ini pula yang terlihat dalam kiprah Adrian sebagai jurnalis sekaligus Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS).
Transformasi Ridwan Tulus: Dari Bisnis ke Pariwisata Hijau
Ridwan menceritakan titik balik dalam hidupnya yang dimulai pada tahun 2009, saat ia mengalami gangguan kesehatan dan menjalani "perjalanan aneh". Kondisi ini membuatnya meninggalkan dunia bisnis dan pariwisata yang sudah digelutinya sejak 1995. Bahkan, kantor bisnisnya di hotel bintang empat Kota Padang hingga kantor perwakilan di Inggris dan Amerika dibiarkan kosong begitu saja.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
Namun, pada tahun 2017, ketika kesehatannya mulai membaik, Ridwan kembali tergerak untuk berkontribusi di dunia pariwisata. Bersama platform Sumatra and Beyond serta Green Tourism Institute (GTI), ia berkomitmen mewujudkan Sumatera Barat dan Indonesia sebagai destinasi pariwisata hijau yang melindungi budaya, alam, memberdayakan masyarakat lokal, serta mendukung konservasi.
Ridwan juga mencetuskan program QUIZTA (Kuliah Sambil Bisnis Pariwisata) untuk mencetak praktisi pariwisata berbasis kampus dengan konsep paperless office yang mengusung filosofi "Alam Takambang Jadi Guru".
Kolaborasi Media dan Pariwisata Hijau
Melalui kerja sama antara Adrian Tuswandi sebagai Ketua JPS dan GTI, Ridwan berharap media dapat berperan aktif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Sebagai langkah awal, acara Ngopi TOP (Ngobrol Pintar Tour Operator) akan digelar di Kupi Batigo pada Kamis, 12 Desember 2024. Acara ini bertujuan menggali ide-ide inovatif untuk pengembangan pariwisata Sumatera Barat dan Indonesia.
Ridwan mengungkapkan terima kasih kepada Adrian atas inisiatif tersebut. Ia optimistis, diskusi santai ini dapat melahirkan gagasan segar, sebagaimana ide-idenya tentang forest healing dan oceanic healing yang disampaikan dalam kuliah umum di ITB beberapa bulan sebelum pandemi. Inspirasi tersebut bahkan telah mengilhami seorang dokter Amerika, Dr. Jorge Cordova, untuk menciptakan program On Vacation Doctor.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
Tidak hanya itu, Ridwan juga berbagi kisah sukses kolaborasinya dengan Naoki Fujimoto dari Universitas Ritsumeikan, Jepang. Gagasan Ridwan tentang Sotopreneurship (Social Tourism Entrepreneurship) yang ditulis Fujimoto dalam jurnal ilmiah berhasil meraih penghargaan dari Asia Japan Institute (AJI) dan diakui sebagai yang terbaik di dunia.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025, Wajah Keberagaman Kota Padang
- Festival Siti Nurbaya dan Cap Gomeh 2025 Resmi Dibuka, Kota Padang Perkuat Indentitas Budaya dan Pariwisata
- UNP dan Dinas Pariwisata Sumatera Barat Siapkan Naskah Kerja Sama
- Pemprov Sumbar Luncurkan Kalender Iven 2025, Targetkan 20 Juta Kunjungan
- Gubernur Mahyeldi Tekankan Penerbangan Padang-Singapura Harus Berkelanjutan