Proyek Banjir Batang Lembang Disorot, BWS Sumatera V Dinilai Abaikan Risiko Penyempitan Sungai
SOLOK, binews.id -- Kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V kembali menuai sorotan tajam. Setelah pekerjaan Embung Batang Binguang di Kelurahan Tanjung Paku viral karena bocor dan ditemukan karung bekas yang diduga disumpalkan di pintu keluar embung, kini proyek besar pengendalian banjir Batang Lembang tak luput dari kritik publik.
Proyek yang disebut-sebut sebagai solusi permanen banjir tahunan di Kota dan Kabupaten Solok itu kini diragukan efektivitasnya. Pasalnya, pembangunan pasangan dam penahan tebing justru dilakukan dengan model menjorok ke badan sungai—berpotensi menyempitkan alur sungai dan memperparah risiko banjir, bukan menguranginya.

Warga mempertanyakan logika perencanaan proyek ini, mengingat pengerjaan fisik terlihat menyita ruang aliran sungai secara signifikan. Di saat masyarakat berharap ada penanganan banjir yang berpihak pada keselamatan lingkungan, proyek ini justru menciptakan kekhawatiran baru.
Menanggapi kritik tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BWS Sumatera V, Rinaldi, menyebut pekerjaan masih berada dalam jalur perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.
"Tidak ada penyempitan. Sungai yang awalnya dirancang 20 meter sekarang justru menjadi 22 meter, mengikuti standar yang sudah terpasang di hilir," jelas Rinaldi, Kamis (26/6/2025).
Ia menegaskan proyek ini telah dirancang dengan memperhitungkan debit banjir periode ulang 25 tahun (Q25), dan tidak bisa sembarangan diubah kecuali terkendala lahan. "Selama lahannya tersedia, desain tetap," ujarnya.
Menurut penjelasan teknis, struktur turap terdiri dari pasangan bawah setinggi 5,5 meter ditambah bagian atas 2,5 meter, sehingga total mencapai 8 meter.
Namun publik menilai, dalih teknis saja tidak cukup. Dengan dana proyek yang tidak kecil, masyarakat menuntut hasil kerja yang tak hanya sesuai gambar di atas kertas, tapi juga menjawab masalah riil banjir yang selama ini menghantui warga.
Ketidakhadiran keterlibatan masyarakat dalam tahap perencanaan, minimnya informasi terbuka, serta lemahnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan menjadi PR besar bagi BWS Sumatera V agar tidak terus-menerus menuai kontroversi. (Mak Itam/R.A)
Penulis: BiNews
Editor: Imel
Berita Terkait
- Bupati Solok Tinjau Goro Persiapan Penilaian Dasawisma Lomba PKK Tingkat Provinsi 2026
- Kadis Kominfo Kabupaten Solok Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Kekompakan Pegawai
- 2.197 KK di Kabupaten Solok Terima Bantuan Pangan 2026, Bupati Jon Firman Pandu Launching di Cupak
- Bersama Bupati, Bunda LH Serahkan Bantuan APD dan Sembako untuk Petugas Kebersihan
- Bupati Solok Hadiri Silaturahmi DLH, Soroti Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan






