Sekda Medison Buka Rapat Koordinasi Sekaligus Sosialisasi BPBL

Senin, 27 April 2026, 10:00 WIB | Pemerintahan | Kab. Solok
Sekda Medison Buka Rapat Koordinasi Sekaligus Sosialisasi BPBL
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison secara resmi membuka Rapat Koordinasi Evaluasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 dan Sinkronisasi Data Usulan BPBL 2026 di Gedung C Setda, Arosuka, Kamis (23/04/2026). HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SOLOK, binews.id -- Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison secara resmi membuka Rapat Koordinasi Evaluasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 dan Sinkronisasi Data Usulan BPBL 2026 di Gedung C Setda, Arosuka, Kamis (23/04/2026).

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Solok bersama PT PLN (Persero) UP3 Solok berhasil merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 sebanyak 1.395 rumah tangga (RT) dari target 1.399 RT dengan persentase mencapai 99,7%. Sementara Tahun 2026 ini, sebanyak 2.778 akan Dilakukan Validasi Data oleh PT PLN (Persero).

Program BPBL ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100% serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mampu.

Sekda Medison menekankan tiga pilar percepatan program, yaitu sinergi, akurasi, dan eksekusi disiplin. Ia juga menambahkan bahwa kedepannya dalam pengusulan BPBL, rumah tangga yang tidak memenuhi syarat administrasi awal, seperti jarak rumah dengan tiang terdekat lebih dari 50 meter, tidak boleh diinput di aplikasi, karena otomatis nantinya akan ditolak pihak PT PLN (Persero), sehingga kuota BPBL menjadi hangus.

Lebih lanjut dijelaskan Medison, untuk mendapatkan bantuan BPBL dari pemerintah pusat, maka diperlukan data yang bagus dan reliable sehingga pemerintah pusat dapat dengan mudah memvalidasi data yang diberikan dan bantuan pun akan turun dengan mudah.

"Rakor hari ini adalah sebagai titik tolak perbaikan sistem pendataan, penguatan koordinasi, dan percepatan realisasi. Saya percaya, dengan kolaborasi yang solid dan disiplin data yang ketat, Kabupaten Solok akan segera mencapai target elektrifikasi 100%", tegas Medison.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal menambahkan bahwa terdapat beberapa kriteria untuk penerima BPBL ini. Di antaranya adalah rumah tangga tidak mampu, belum memiliki akses listrik, dan lainnya.

Selain itu, Jefrizal juga menambahkan bahwa elektrifikasi bukan sekadar pemasangan kabel dan meteran, melainkan pintu akses menuju pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Listrik adalah infrastruktur dasar pemerataan pembangunan. Dengan rasio elektrifikasi yang terus meningkat, kita membuka peluang bagi UMKM, pendidikan digital, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Solok," jelasnya.

Berdasarkan hasil validasi tersebut, 1.467 RT dinyatakan valid dan siap sambung (70,5%), sementara 613 RT lainnya belum memenuhi kriteria teknis (29,5%). Dari 1.467 RT tersebut, yang telah menyala sebanyak 1.395 RT sisanya akan dinyalakan di tahun 2026 ini.

Lebih lanjut Anthony juga menambahkan bahwa dalam rangka mengantisipasi data yang tidak valid, maka untuk Tahun 2026 ini, Bagian SDA memiliki inovasi berupa aplikasi untuk evaluasi BPBL 2026, dimana fitur utama aplikasi adalah berupa inputan 16 kolom wajib terstruktur, validasi otomatis dan integrasi GPS, serta dapat melakukan generate surat secara otoamtis.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: