Nevi Zuairina Soroti Ketimpangan Pembangunan di Papua Barat Daya
SORONG, binews.id -- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, dalam kunjungan kerja reses ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyuarakan keprihatinannya atas ketimpangan pembangunan yang masih dialami masyarakat di kawasan timur Indonesia. Dalam forum bersama mitra BUMN dan kementerian terkait, ia menekankan perlunya langkah konkret dan terukur untuk mendorong pemerataan akses ekonomi kerakyatan, energi listrik, dan infrastruktur telekomunikasi.
"Papua Barat Daya adalah bagian tak terpisahkan dari Republik ini. Namun hingga hari ini, kita masih melihat biaya logistik yang sangat tinggi, harga BBM yang belum sepenuhnya merata meskipun ada program satu harga, dan hasil pertanian serta perikanan yang sulit dijual karena tidak tersedianya fasilitas penyimpanan dan distribusi," tegas Nevi.
Terkait infrastruktur digital, Legialator asal Sumbar II ini menyoroti kasus pemutusan jaringan tower di Sorong Selatan serta maraknya pencurian kabel tembaga yang mengakibatkan hilangnya konektivitas di puluhan kampung. "Kejahatan ini bukan hanya mengganggu komunikasi, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial. Telkom dan Telkomsel perlu meningkatkan patroli dan pengamanan serta mempercepat pemulihan jaringan saat terjadi gangguan," ujarnya.
Sebagai penutup, Nevi menegaskan pentingnya sinergi lintas BUMN untuk menghadirkan program yang tidak berhenti pada simbolisme.
"Kami di Fraksi PKS ingin melihat perubahan nyata—di mana masyarakat Papua Barat Daya bisa merasakan kehadiran negara dalam wujud layanan dasar yang adil dan merata," pungkas Nevi Zuairina. (bi/rel/mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Dorong Penguatan Koperasi Perempuan melalui INKOSSUMA: Pilar Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh
- Nevi Zuairina Ajak Pemerintah Perkuat RUU Perkoperasian demi Ekonomi Rakyat yang Berdaya Saing
- Prof Djohermansyah Soroti Retret Ketua DPRD, Urgensi Pencegahan Korupsi Dipertanyakan
- Nevi Zuairina Dorong Penguatan Hilirisasi dan Ketahanan Industri Tambang Nasional di Tengah Tekanan Global
- Stok BBM 21--25 Hari Picu Kekhawatiran, Nevi Zuairina Minta Pemerintah Perjelas Informasi






