Ini Kata Mendagri Terkait Pilkada Sumbar

Rabu, 26 Agustus 2020, 10:30 WIB | Politik | Nasional
Ini Kata Mendagri Terkait Pilkada Sumbar
Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan kepada Satgas Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Inna Muara Hotel Padang, Selasa malam (25/08/2020).
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Momentum penyelenggaraan pilkada serentak bukan merupakan media penularan, tetapi justru menjadi gelombang untuk memobilisasi masyarakat menjadi agen perlawanan Covid-19.

Hal ini merupakan salah satu poin penting yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan kepada Satgas Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Inna Muara Hotel Padang, Selasa malam (25/08/2020).

"Pilkada harus dijadikan momentum untuk menangani Pandemi Covid-19, jika settingnya benar. Kalau tidak, maka akan jadi cluster. Hal ini tentu tidak kita harapkan," ungkapnya.

Untuk itu, tutur Mendagri, secara teknis nantinya harus ada proteksi perorangan. Baik bagi penyelenggara maupun pemilih, seperti penyediaan masker, sarung tangan, handsanitizer, faceshield, pengukur suhu tubuh dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

Baca juga: Goes to Semarang, Bank Indonesia Sumatera Barat Gelar Capacity Building Wartawan dalam Hadapi Era Digital

Menurut mantan Kapolri ini, anggaran yang dibutuhkan oleh Komisi Pemilihan Umum selaku penyelenggara juga telah dialokasikan, baik bersumber dari hibah daerah maupun anggaran pusat.

Selanjutnya dikatakan, Pandemi Covid-19 akan menggiring masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu menangani krisis.

Diharapkan penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020 menjadi ajang adu gagasan calon kepala daerah untuk mengkonsolidasikan upaya penanganan Pandemi Covid-19. Dampak sosial ekonominya serta peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah masing-masing.

"Bagaimana mengiring isu Covid-19, kemampuan kepala daerah menangani dampak sosial ekonominya menjadi isu utama" ujarnya.

Baca juga: QRIS Jelajah Indonesia 2024, Bank Indonesia: Inovasi Digitalisasi Transaksi di Sumatera Barat

Lebih kanjut Mendagri Tito menuturkan bahwa Pandemi Covid-19 merupakan masalah global yang membutuhkan penanganan secara serentak dan menyeluruh.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: