Sumatera Barat Jadi Tuan Rumah Konferensi Wakaf Internasional, Ribuan Peserta dan Tokoh Dunia Islam Berkumpul di Padang

Sabtu, 15 November 2025, 20:34 WIB | Pemerintahan | Kota Padang
Sumatera Barat Jadi Tuan Rumah Konferensi Wakaf Internasional, Ribuan Peserta dan Tokoh...
Ribuan peserta hadir memenuhi ruang utama di Hotel Truntum, tempat kegiatan ini dipusatkan. Acara yang digelar pada Sabtu (15/11/2025) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif di Indonesia dan tingkat global. IST
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Ia menyebut bahwa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia seharusnya menjadi pusat peradaban wakaf modern. Menurutnya, wakaf tidak boleh hanya dijadikan sebagai sarana ibadah semata, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial, termasuk pengentasan kemiskinan.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa ukuran keberhasilan wakaf bukanlah pada kemegahan bangunannya, tetapi pada penerimaan manfaat oleh masyarakat luas dan generasi mendatang. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat ekosistem wakaf uang di Indonesia.

Penyerahan penghargaan
Penyerahan penghargaan

Saat ini, sebanyak 278 ribu bidang tanah wakaf telah tercatat resmi di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Data ini menjadi salah satu landasan strategis dalam pengembangan tata kelola wakaf yang lebih modern dan profesional.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi sumber alternatif pembiayaan pembangunan nasional. Ia menyebut bahwa wakaf dapat memainkan peran penting dalam pembiayaan pendidikan, UMKM, hingga pembangunan infrastruktur.

Penyerahan penghargaan
Penyerahan penghargaan

Muzani juga mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah yang memiliki budaya religius kuat dan tradisi wakaf yang mengakar. Menurutnya, ini menjadi modal besar untuk menjadikan Sumbar sebagai pelopor dalam pengelolaan wakaf modern di Indonesia.

Konferensi Wakaf Internasional ini akan berlangsung selama dua hari dengan fokus pembahasan pada empat isu strategis. Isu tersebut meliputi wakaf untuk pembangunan berkelanjutan, wakaf sebagai instrumen ekonomi dan investasi, wakaf dan pendidikan, serta wakaf untuk kesejahteraan sosial.

Selain sesi seminar dan diskusi panel, konferensi ini juga menghadirkan berbagai agenda pendukung. Di antaranya adalah pelatihan nadzir bersertifikat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola wakaf di tingkat lokal maupun nasional.

Penghargaan kepada ketua mpr ri, ahmad muzani,
Penghargaan kepada Ketua MPR RI, Ahmad Muzani,

Juga ada pameran produk wakaf yang menampilkan berbagai inovasi wakaf produktif dari lembaga-lembaga wakaf di Indonesia dan luar negeri. Ajang ini menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai model sukses pengelolaan wakaf kepada masyarakat luas.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: