Pemko Padang Panjang Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat, ASN dan Non-ASN Dikerahkan Penuh

Jumat, 28 November 2025, 11:17 WIB | Peristiwa | Kota Padang Panjang
Pemko Padang Panjang Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat, ASN dan Non-ASN Dikerahkan Penuh
Pemerintah Kota Padang Panjang resmi menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah kota serta perbatasan Tanah Datar. HUMAS

PADANG PANJANG, binews.id -- Pemerintah Kota Padang Panjang resmi menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah kota serta perbatasan Tanah Datar. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemko menggelar rapat koordinasi khusus bersama seluruh ASN dan Non-ASN di Gedung M. Sjafei, Kamis (27/11) malam.

Rapat dipimpin oleh Dandim 0307/TD, Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, atas instruksi Wali Kota Hendri Arnis. Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah wajib siap bekerja tanpa batasan waktu demi misi kemanusiaan, mengingat situasi darurat yang sedang berlangsung.

"Kalau sudah Tanggap Darurat, jam kerja berubah. Bukan lagi 8 jam sehari, kita bekerja 25 jam - 8 hari. Semua hari adalah hari Senin. Tidak ada hari libur," tegasnya. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada korban yang belum ditemukan dan tujuh korban telah dibawa ke RS Bhayangkara.

Dandim juga mengingatkan faktor penyebab besarnya dampak bencana, termasuk keberadaan permukiman warga di kawasan aliran sungai Jembatan Kembar yang rentan longsor dan banjir bandang. Ia meminta seluruh OPD untuk kembali menelaah tupoksi masing-masing agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan terkoordinasi.

Baca juga: Bantuan Presiden Tiba di Sumbar, Pemprov Tegaskan Distribusi Cepat ke Titik Bencana

Hingga kini, setidaknya lima titik longsor teridentifikasi dari batas kota menuju Lembah Anai. Titik-titik tersebut menjadi prioritas penanganan tim gabungan yang terus bekerja untuk normalisasi akses dan pencarian korban.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, menyampaikan dukungan penuh atas instruksi Wali Kota Hendri Arnis. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan bergerak serempak dan tidak bersikap acuh terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat.

"Posko induk berada di M. Sjafei, namun beberapa posko lainnya masih belum tertangani dengan baik. Saya minta perhatian serius dari kita semua," ujarnya. Ia menekankan pentingnya empati dari setiap aparatur, terutama dalam upaya pencarian korban dan penanganan warga terdampak.

Allex juga menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus dipastikan terpenuhi sepanjang masa tanggap darurat. "Besok pagi, saya ingin tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak makan. Ini tanggung jawab kita bersama," katanya.

Baca juga: Semen Padang Intensifkan Distribusi ke Lokasi Bencana Hidrometeorologi di Padang

Pemko meminta seluruh ASN dan Non-ASN bekerja maksimal selama masa tanggap darurat, sementara masyarakat diimbau tetap waspada dan menjauhi area rawan longsor maupun aliran sungai. Relawan juga diminta berkoordinasi dengan posko resmi agar penanganan lebih terarah dan tidak tumpang tindih.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: