Momentum HJK 235: Pemerintah Kota Padang Panjang Fokus Pemulihan Pascabencana
PADANG PANJANG —Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-235 berlangsung dalam nuansa keprihatinan yang mendalam. Tragedi galodo dan tanah longsor yang melanda sejumlah kawasan membuat pemerintah dan masyarakat memilih melaksanakan peringatan secara sederhana, Senin (1/12) di Ruang Sidang Utama DPRD.
Sejak menit awal, suasana haru tampak menyelimuti kegiatan. Pembacaan Surat Al-Fatihah dipimpin Ketua DPRD Imbral, sebagai bentuk doa dan penghormatan untuk para korban bencana yang terjadi beberapa hari terakhir.
Mengusung tema "Membangun dengan Hati, Inovasi dan Kolaborasi", peringatan tahun ini diubah dari format perayaan meriah menjadi forum muhasabah dan solidaritas. Pemerintah Kota menegaskan bahwa HJK tahun ini difokuskan untuk menguatkan semangat kebersamaan dalam masa pemulihan.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis hadir sebagai figur sentral yang sejak awal bencana berada di lapangan, memimpin langsung proses evakuasi dan penanganan darurat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah keselamatan warga.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang sejak awal ikut membantu proses evakuasi korban di kawasan Jembatan Kembar Silaing Bawah. Kolaborasi ini adalah kekuatan terbesar yang dimiliki kota kita," ujarnya.
Wako Hendri menyampaikan apresiasi kepada instansi vertikal, unsur Forkopimda, niniak mamak, bundo kanduang, relawan, hingga masyarakat umum yang bekerja tanpa kenal lelah di tengah kondisi sulit. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi pondasi kuat bagi Kota Padang Panjang untuk bangkit.

Ia menegaskan bahwa Pemko Padang Panjang akan mengupayakan relokasi atau renovasi bagi warga yang kehilangan rumah maupun yang tinggal di zona merah rawan bencana. Langkah ini menjadi fokus utama pemerintah dalam beberapa pekan ke depan.
"Kami memohon izin kepada semua pihak untuk menempatkan warga yang rumahnya hanyut di Rusunawa Tanah Hitam. Saat ini ada delapan unit yang kosong dan dapat dimanfaatkan," sebutnya dalam sidang paripurna.
Lebih jauh, Wali Kota meminta warga terdampak untuk segera melapor kepada lurah masing-masing. Dokumentasi kerusakan, katanya, dibutuhkan sebagai dasar penyaluran bantuan maupun usulan relokasi.
Ia menyampaikan bahwa status tanggap darurat masih berlaku hingga 11 Desember. Dalam masa ini, semua perangkat daerah difokuskan membantu pendataan, penyaluran logistik, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

"Rumah yang berada di zona merah akan kami usulkan untuk direlokasi. Jika lahannya tersedia, pemerintah siap berupaya membangunkannya. Kita ingin memastikan keselamatan warga untuk jangka panjang," tegas Wako Hendri.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- 10 Pejabat Baru di Padang Panjang Dilantik
- Pemko Gelar Musrenbang RKPD 2027, Prioritaskan Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Wako Hendri Arnis Paparkan LKPJ 2025, Bahas Bencana hingga Prestasi Daerah
- Itjen Kemendagri Kunjungi Padang Panjang, Bahas Penguatan Pengelolaan APBD
- Rakor di Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Kolaborasi Antarlevel Pemerintahan






