Banjir Bandang Lumpuhkan Puluhan Fasilitas Pendidikan di Padang, Ketua DPRD Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan
PADANG, binews.id — Banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mencatat sebanyak 22 fasilitas pendidikan terdampak akibat bencana tersebut.
Kepala Disdikbud Kota Padang melaporkan, dari total fasilitas yang terdampak, delapan unit merupakan pendidikan anak usia dini (PAUD), 12 sekolah dasar (SD), dan dua sekolah menengah pertama (SMP). Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari bangunan yang terendam lumpur hingga sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat kuatnya arus banjir bandang.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan fasilitas umum yang masih layak sebagai lokasi pembelajaran sementara.
"Alhamdulillah, setelah masa libur, anak-anak sudah bisa kembali belajar. Untuk sementara, siswa SD Negeri 49 Batang Kabung menggunakan bangunan Puskesmas Pembantu dan gedung TK yang kondisinya masih memungkinkan," ujar Muharlion, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Halal Bihalal Unand Jadi Momentum Penguatan Solidaritas dan Daya Saing Global
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan solusi jangka pendek agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak terhenti akibat bencana. Menurutnya, keselamatan siswa serta keberlanjutan proses pembelajaran harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah pascabencana.
Muharlion juga meminta Disdikbud Kota Padang untuk terus melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap seluruh sekolah yang terdampak. Pendataan tersebut, kata dia, tidak hanya mencakup kondisi fisik bangunan, tetapi juga jumlah siswa yang terdampak secara langsung.
Baca juga: Gubernur Hadiri Halal Bihalal Dinas Pendidikan Sumbar
"Kami minta dinas terkait mendata secara detail sekolah mana saja yang terdampak, termasuk berapa siswa yang saat ini berada di pengungsian atau terpaksa tinggal sementara di rumah kerabat," ujarnya.
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar perumusan kebijakan lanjutan, khususnya dalam menentukan skema pembelajaran sementara bagi siswa yang belum memungkinkan kembali ke sekolah asal.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Wali Kota Fadly Amran Support Tabligh Akbar LAZ Al Azhar Sumbar
- Kota Padang Bidik Peluang Industri Penerbangan Global untuk Pengembangan Karir Generasi Muda
- Tekan ATS Menuju Nol, Pemko Padang Fokus Selamatkan Masa Depan Anak
- Mimpi Wako Fadly Amran: Padang Punya Sekolah Penerbangan
- Wako Fadly Amran Apresiasi Kehadiran JCC di UNP, Dorong Penguatan Ekosistem Kampus






