Bukittinggi Didorong Jadi Destinasi Sejarah Nasional, Mahyeldi Soroti Peran PDRI dan Peluang ke UNESCO

Kamis, 30 April 2026, 10:35 WIB | Pariwisata | Kota Padang
Bukittinggi Didorong Jadi Destinasi Sejarah Nasional, Mahyeldi Soroti Peran PDRI dan...
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi strategis Kota Bukittinggi dalam perjalanan sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di kota tersebut, Rabu (29/4/2026). ADPIM
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

BUKITTINGGI, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi strategis Kota Bukittinggi dalam perjalanan sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di kota tersebut, Rabu (29/4/2026).

Mahyeldi menyebut Bukittinggi bukan sekadar kota wisata, melainkan salah satu pusat sejarah terpenting dalam perjalanan Republik Indonesia. Peran kota ini dinilai sangat krusial, terutama ketika menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Ia menegaskan bahwa keberadaan PDRI menjadi faktor penentu keberlangsungan negara di masa krisis. Tanpa peran tersebut, sejarah Indonesia bisa saja mengambil arah yang berbeda.

"PDRI adalah penyambung nyawa Indonesia. Kalau tidak ada PDRI, tidak akan ada Indonesia," ujar Mahyeldi dengan tegas.

Baca juga: Riyanda Pimpin Rapat Pimpinan, Tekankan Optimalisasi Inovasi dan Penertiban Aset Daerah

Menurutnya, nilai sejarah yang dimiliki Bukittinggi harus terus dijaga dan diperkuat. Hal ini penting tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai daya tarik utama dalam pengembangan wisata sejarah nasional.

Mahyeldi menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung langkah Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengembangkan kawasan bersejarah menjadi destinasi unggulan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Bukittinggi memiliki rekam jejak sejarah panjang, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga menjadi pusat pemerintahan darurat republik.

Seluruh perjalanan sejarah tersebut, kata Mahyeldi, harus didokumentasikan secara serius dan sistematis agar tidak hilang ditelan waktu.

Baca juga: Buka Pelatihan Konten Digital di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Inovatif

"Dokumen seluruh sejarah dan peristiwa penting di Bukittinggi harus dicatat lebih baik. Itu yang akan mengokohkan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan," jelasnya.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: