Wali Kota Sawahlunto Perkuat Sinergi dengan Ditjen Pemasyarakatan Sumbar

Rabu, 07 Januari 2026, 16:35 WIB | Pemerintahan | Kota Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto Perkuat Sinergi dengan Ditjen Pemasyarakatan Sumbar
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, Selasa (06/01/2026). HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SAWAHLUNTO, binews.id -- Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, Selasa (06/01/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi fungsional antara pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto, Ressy Setiawan. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pembahasan pada peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di Kota Sawahlunto.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah penyesuaian kebutuhan sarana dan prasarana gedung pemasyarakatan agar lebih mendukung fungsi pelayanan, pembinaan, dan pengamanan. Dinamika jumlah serta karakteristik warga binaan dinilai memerlukan pengelolaan yang adaptif dan berkelanjutan.

Selain sarana fisik, kebutuhan penambahan jumlah personel pemasyarakatan juga menjadi perhatian. Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek keamanan, pelayanan, dan pembinaan.

Dalam audiensi tersebut, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memaparkan berbagai program pembinaan warga binaan yang telah berjalan. Program tersebut difokuskan pada kegiatan produktif yang bernilai ekonomis serta mampu menunjang kesehatan jasmani dan rohani.

Pembinaan juga diarahkan pada pelatihan keterampilan kerja sebagai bekal kemandirian bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Pendekatan ini diharapkan dapat menekan angka residivisme dan mendorong reintegrasi sosial yang lebih baik.

Salah satu contoh konkret program pembinaan produktif yang dipaparkan adalah produksi batik tangsi oleh warga binaan Lapas Narkotika Sawahlunto. Produk tersebut saat ini telah dipasarkan hingga lintas provinsi.

Keberhasilan pemasaran batik tangsi dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis produktivitas mampu memberikan nilai tambah, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga secara sosial dan psikologis bagi warga binaan.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyatakan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk bersinergi dengan jajaran pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut akan dilakukan melalui pemanfaatan peran dan kewenangan masing-masing lembaga.

Ia berharap sinergi yang terbangun dapat memperkuat sistem pembinaan warga binaan, menjaga ketertiban sosial, serta memberi dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Kota Sawahlunto. (bi/rel/mel)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: