Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Kolaborasi Pusat--Daerah, 4.876 UMKM Bangkit lewat Klinik Minang Bangkit
PADANG, binews.id - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengapresiasi sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pemulihan 4.876 UMKM terdampak bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza, Jumat (23/1), di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.
Menurut Muhidi, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi dan memulihkan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
"Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Bangkit Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung," ujar Muhidi.
Baca juga: Pemko Padang Tambah Armada Kebersihan Baru
Ia menegaskan, program ini secara khusus memprioritaskan pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana, namun tetap membuka peluang bagi pelaku UMKM lainnya untuk mendapatkan layanan serupa.
"Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan," katanya.
Muhidi menjelaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan layaknya layanan kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha pelaku UMKM.
"Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali," jelasnya.
Baca juga: SIG Gelar RUPST 2025: Bagi Dividen Rp648,75 Miliar dan Lakukan Pergantian Direksi-Komut
Pendekatan tersebut meliputi identifikasi persoalan usaha, analisis kebutuhan pendampingan, hingga pemberian rekomendasi atau strategi konkret yang aplikatif. Dengan pendekatan ini, pemulihan UMKM diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Prestasi Membanggakan di Awal 2026, Bank Nagari Sabet 4 Penghargaan Nasional
- Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Luncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit
- Nevi Zuairina Apresiasi Penyaluran Huntara di Batang Anai, Dorong Percepatan Pemulihan Korban Banjir
- Pemprov Sumbar Siapkan Langkah Intervensi Hadapi Tekanan Inflasi Pascabencana dan Jelang Ramadhan
- BI Sumbar Hadir di Tengah Pascabencana, Warga Tukar Uang Sekaligus Tebus Beras Murah



