Revitalisasi Kawasan Kota Tua Sawahlunto Ditinjau Kementerian PUPR

Rabu, 04 Maret 2026, 20:54 WIB | Pemerintahan | Kota Sawahlunto
Revitalisasi Kawasan Kota Tua Sawahlunto Ditinjau Kementerian PUPR
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendampingi Kasubdit Wilayah I Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Kusumawardhani bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat Maria D. HM
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SAWAHLUNTO, binews.id — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendampingi Kasubdit Wilayah I Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Kusumawardhani bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat Maria Doeni Isa melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik revitalisasi kawasan heritage (kota tua) Sawahlunto.

Peninjauan lapangan tersebut merupakan rangkaian kegiatan setelah dilaksanakannya audiensi di Balaikota Sawahlunto yang membahas perkembangan serta kesiapan teknis pelaksanaan program revitalisasi kawasan heritage kota tersebut.

Dalam audiensi itu dibahas berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan kelanjutan program revitalisasi, termasuk penyamaan persepsi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain itu, juga dilakukan pembagian peran yang lebih jelas antara Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Sawahlunto, serta konsultan perencana agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan terkoordinasi dengan baik.

Koordinasi teknis yang kuat dinilai penting guna memastikan proses pengerjaan fisik revitalisasi nantinya dapat berlangsung lancar, efektif, serta meminimalkan potensi kendala di lapangan.

Sejumlah titik strategis yang menjadi lokasi peninjauan antara lain Terminal Pasar Sawahlunto, kawasan Pasar Remaja, Gedung Pusat Kebudayaan, hingga Hotel Khas Ombilin.

Rombongan juga meninjau beberapa objek penting lainnya seperti Hotel Saka Ombilin, Gedung Info Box, serta kawasan wisata sejarah Lubang Tambang Mbah Suro.

Selain itu, Museum Goedang Ransoem dan Museum Kereta Api Kampung Teleng turut menjadi bagian dari lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan peninjauan tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi eksisting kawasan serta kebutuhan pembenahan yang diperlukan di masing-masing titik lokasi.

Pemerintah juga menilai pentingnya integrasi antar objek heritage tersebut agar membentuk satu koridor kawasan kota tua yang tertata dan memiliki nilai wisata yang kuat.

Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa revitalisasi kawasan heritage merupakan agenda strategis yang memiliki dampak besar bagi perkembangan Kota Sawahlunto, terutama dalam mengoptimalkan manfaat Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. (bi/rel/mel)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: