Pemko Sawahlunto dan BPJS Ketenagakerjaan Gelar Kick Off Universal Coverage Jamsostek

Rabu, 11 Maret 2026, 12:26 WIB | Ragam | Kota Sawahlunto
Pemko Sawahlunto dan BPJS Ketenagakerjaan Gelar Kick Off Universal Coverage Jamsostek
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Arief Sabara dalam kegiatan kick off meeting Universal Coverage Jamsostek yang digelar di Kota Sawahlunto, Selasa (10/3/2026). HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

SAWAHLUNTO, binews.id — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Arief Sabara dalam kegiatan kick off meeting Universal Coverage Jamsostek yang digelar di Kota Sawahlunto, Selasa (10/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di daerah. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perangkat daerah yang membahas strategi peningkatan kepesertaan program Jamsostek di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai capaian kepesertaan serta data klaim Jamsostek selama beberapa waktu terakhir. Selain itu, para peserta rapat juga mengevaluasi sejumlah tantangan yang dihadapi dalam memperluas cakupan perlindungan bagi para pekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Arief Sabara, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sawahlunto atas dukungan yang telah diberikan dalam mendorong peningkatan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Arief, hingga akhir tahun 2025 Kota Sawahlunto berhasil mencapai Universal Coverage Jamsostek sebesar 61,45 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja di daerah.

Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu mendapat perhatian bersama. Salah satunya adalah potensi ketidakterjangkauan pekerja sektor informal yang jumlahnya cukup besar.

Selain itu, persoalan administrasi kepesertaan juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi agar tidak berdampak pada penurunan jumlah peserta program Jamsostek di masa mendatang.

Arief menegaskan, diperlukan langkah-langkah strategis yang terencana dan berkelanjutan agar cakupan kepesertaan dapat terus meningkat sekaligus menjaga stabilitas perlindungan bagi para pekerja.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah diminta untuk segera menindaklanjuti hasil dan kesepakatan rapat secara responsif dan adaptif.

Ia juga menekankan peran strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi para pekerja di Sawahlunto. Menurutnya, dukungan tersebut perlu dilakukan secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan agar program Jamsostek dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (bi/rel/mel)

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: