Sekdaprov: Pelayanan Publik Harus Nyata, Bukan Sekadar Administrasi
PADANG, binews.id -- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menegaskan kinerja birokrasi tidak boleh lagi sekadar menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikannya saat membuka Sharing Session dan Rapat Koordinasi Biro Organisasi bersama Bagian Organisasi Kabupaten/Kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Arry menekankan, esensi Reformasi Birokrasi terletak pada perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas, efektif, dan berorientasi hasil, bukan sekadar proses administratif.
"Birokrasi harus menjadi solusi. Kinerja tidak cukup diukur dari proses, tetapi dari dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keselarasan langkah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mempercepat Reformasi Birokrasi, khususnya pada penataan kelembagaan, penguatan kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Arry mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi Reformasi Birokrasi tahun 2025 yang dirilis Kementerian PANRB, Pemprov Sumbar meraih nilai 89,32 dengan predikat A-. Capaian tersebut diikuti oleh 7 kabupaten/kota dengan predikat yang sama, sementara 9 kabupaten/kota masih berada pada predikat BB dan 3 kabupaten/kota di predikat B.
Kegiatan bertema "Akselerasi Reformasi Birokrasi melalui Kolaborasi Penataan Kelembagaan, Kinerja dan Pelayanan Publik Berdampak" ini diikuti secara luring dan daring oleh Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota yang membidangi urusan organisasi, Kepala Bagian Organisasi, serta perwakilan perangkat daerah se-Sumbar.
Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sumbar, Dina Febriyanti dalam laporannya menyampaikan forum ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarlevel pemerintahan dalam implementasi Reformasi Birokrasi.
"Melalui forum ini, kita membangun komitmen bersama agar Reformasi Birokrasi berjalan selaras, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya.
Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat. Antara lain perwakilan Kementerian PANRB dan Kementerian Dalam Negeri yang memberikan penguatan terkait evaluasi Reformasi Birokrasi, peningkatan kinerja, serta fasilitasi pemerintahan daerah.
Melalui diskusi dan berbagi praktik baik, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai strategi percepatan Reformasi Birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Kunjungan Kepala Kemenag Padang Yasril Disambut Wako Fadly Amran
- Seminar Nasional Rahmah El Yunusiyah Mencari Solusi Persoalan Pendidikan
- Ratusan Pejabat Pemko Padang Dilantik, Raju Minropa Resmi Jadi Sekda
- Peringati May Day 2026, Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Pemerintah, Pekerja dan Dunia Usaha
- Pemprov Sumbar Luruskan Isu Menteri Pariwisata Pakai Sepatu Masuk Masjid Raya






