Inflasi Sumbar April 2026 Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional

Rabu, 06 Mei 2026, 08:51 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Inflasi Sumbar April 2026 Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

PADANG, binews.id — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa realisasi inflasi tahunan di Sumatera Barat pada April 2026 terus menunjukkan tren penurunan dan berada di bawah tingkat inflasi nasional.

Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Sumatera Barat tercatat sebesar 1,97%, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42% (yoy). Terkendalinya inflasi ini terutama didukung oleh penurunan tekanan harga pada kelompok barang bergejolak (volatile food).

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, Sumatera Barat bahkan masih mencatat deflasi sebesar -0,43% (year-to-date/ytd). Dengan kondisi tersebut, inflasi sepanjang tahun 2026 diprakirakan tetap berada dalam rentang sasaran 2,51% (yoy), sehingga dinilai kondusif dalam menjaga daya beli masyarakat.

Inflasi Bulanan Meningkat Tipis

Penurunan inflasi tahunan turut ditopang oleh terkendalinya inflasi bulanan. Pada April 2026, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tercatat sebesar 0,39%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,04%.

Kenaikan ini dipengaruhi faktor musiman pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, kenaikan harga energi, serta dampak transmisi harga barang global.

Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi antara lain tarif angkutan udara, bawang merah, minyak goreng, jengkol, kentang, serta nasi dengan lauk. Tarif angkutan udara mengalami lonjakan signifikan sebesar 32,24% (mtm), dipicu berakhirnya diskon tiket pesawat, kenaikan harga avtur, serta penyesuaian tarif batas atas.

Sementara itu, harga bawang merah naik 10,52% (mtm) akibat meningkatnya permintaan, baik dari dalam maupun luar daerah. Minyak goreng juga mengalami inflasi sebesar 4,75% (mtm) seiring kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) global.

Deflasi Pangan Tahan Tekanan Harga

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis. Cabai rawit dan cabai merah masing-masing mengalami deflasi sebesar -21,13% dan -13,55% (mtm), didukung peningkatan produksi lokal dan pasokan dari luar daerah.

Harga emas perhiasan juga turun sebesar -2,92% (mtm) mengikuti penurunan harga emas global. Selain itu, daging ayam ras mencatat deflasi -2,93% (mtm) seiring membaiknya pasokan.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: