BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Sulawesi, Dua Warga Bone Meninggal
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 9 sampai 11 Mei 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan serta melakukan pemantauan kondisi cuaca dan wilayah rawan bencana secara berkala.
Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi, seperti pemeliharaan area drainase, tanggul maupun daerah aliran sungai, dapat dilakukan untuk mencegah maupun meminimalkan risiko serta dampa bencana. Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir diimbau untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang mulai terbatas. Warga yang tinggal di sekitar lereng tebing maupun bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan luapan air sungai, terutama pada malam hari. (bi/rel/mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Ombudsman RI Soroti Kecelakaan Kereta di Bekasi, Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pelayanan Publik
- Jadup Rp272,7 Miliar Disalurkan untuk 54 Ribu Penyintas Bencana di Sumatera, Aceh Terbanyak
- BNPB RI Salurkan Dana Stimulan Pembangunan Rumah Rusak Ringan dan Sedang di Tanah Datar Sebesar Rp2,865 Miliar
- Sumbar Didorong Jadi Daerah Percontohan Nasional Dalam Penanganan Bencana
- Kasatgas Tito: Pembersihan Lumpur Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana di Sumatera






