HM Nurnas Ingatkan Pimpinan Badan Publik Harus Paham Pola Keterbukaan Informasi

PADANG, binews.id -- Persoalan informasi publik tidak hanya sebatas penyediaan informasi publik saja. Tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa mengakses informasi publik. Hakikatnya seluruh informasi tentang pemerintahan adalah terbuka. Tidak ada yang harus ditutupi. Namun ada beberapa yang bisa dikecualikan dengan sifatnya terbatas, dan harus melalui proses uji konsekuensi.
Anggota DPRD Sumbar, HM Nurnas menegaskan pimpinan badan publik harus paham dengan pola keterbukaan informasi publik ini.
"Kalau ada pejabat yang masih menutupi informasi, maka dicurigai ada masalah pada pejabat itu, karena jika berkaitan dengan penggunaan APBD dan APBN maka seharusnya terbuka saja, sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya.
Hal tersebut diungkapkan dalam Bimtek Penyelesaian Sengketa Informasi Komisi Informasi Sumbar di Padang Pariaman (17/11). Selain HM Nurnas, penjelasan tentang keterbukaan informasi juga dijelaskan oleh Komisioner Bidang PSI Arif Yumardi dan Kabid IKP Kominfo Padang Pariaman.
Baca juga: KPU Solok Selatan dan KI Sumbar Gelar Media Gathering untuk Perkuat Transparansi Pemilu 2024
Nurnas juga juga menegaskan keterlibatan masyarakat dalam tata pemerintahan saat ini adalah suatu keharusan. Kuncinya adalah transparansi dari badan publik, untuk memunculkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat tersebut.
"Transparansi menjadi penting dalam penyelenggaraan pemerintah. Karena yang menjadi objek kebijakan adalah masyarakat," lanjut Nurnas.
Sementara itu, Arif Yumardi menekankan agar masyarakat berperan aktif dalam mencari informasi publik. Karena informasi publik itu adalah hak asasi masyarakat yang dilindungi konstitusi dan UU.
"Tapi pemohon informasi dalam hal ini adalah masyarakat, harus bertanggung jawab dalam mencari informasi publik. Penyelesaian sengketa di KI hanya dapat dilakukan apabila pemohon telah menempuh proses keberatan di internal badan publik," jelas Arif Yumardi.
Baca juga: Komisi Informasi Sumsel Studi Tiru ke Sumbar untuk Perkuat Monev Keterbukaan Informasi
Kabid IKP Diskominfo Padang Pariaman Dedi Supendri menegaskan tentang progres Padang Pariaman dalam pengelolaan informasi publik.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI