Aida, Hafizah Cilik 30 Juz Peserta MTQN Termuda dari Ternate Berdarah Minang

Sebelumnya Aida hanya ikut lomba tingkat Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. Bahkan ia tidak menyangka Aida akan ikut sebab jadwal seleksi MTQ Maluku Utara bentrokan dengan jadwal Hafiz Indonesia.
"Tapi ternyata sepulang dari Hafiz Indonesia, Aida dipanggil kembali hingga akhirnya bisa ikut sekarang ini," ungkap wanita berdarah Minang asal Bukittinggi ini.
Disinggung kiatnya membuat Aida bisa hafal 30 Juz, menurut Leni, tidak ada kiat khusus. Aida baru belajar membaca Al-Qur'an setelah kelas satu SD. Dan baru mulai menghafal setelah bacaan Qur'annya lancar.
Baca juga: Datuak Febby: Keterbukaan Informasi Penting untuk Efisiensi Anggaran
Namun diakui Leni, ia tegas dalam melatih hafalan Aida. "Saya sendiri yang melatih hafalannya atau murojaah. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah murojaah 5 juz. Kadang saya suka ribut dengan ayahnya yang ingin agar Aida lebih banyak waktu untuk bermain, tapi setelah saya coba ikuti, ternyata hafalannya banyak yang hilang," ungkap Leni.
"Sejak itu saya tidak pernah beri kelonggaran lagi. Walaupun dalam hati sebenarnya ada pertentangan batin, antara rasa sayang pada anak dengan keinginan menjadikan anak Hafidzah. Tapi harus tega, demi kebaikan Aida," lanjutnya.
Terbukti setelah Aida menunjukkan prestasinya semua keluarga turut mendukung segala aktifitas Aida untuk menjadi seorang Hafidzah.
Aida berpesan kepada para penghafal Quran agar tetap semangat dalam belajar Alquran.
"Semangat pencinta Qur'an bukanlah hanya diatas panggung tapi disetiap desah nafas melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Muroja'ah sampai mati," ujar Aida lantang.
Usai perhelatan MTQ Nasional ini, Aida dan ibunya akan tetap berada di Sumbar selama seminggu. Selain melepas rindu pada kampung halaman, Aida juga ada jadwal syiar ke Taman Pendidikan Qur'an dan pondok pesantren yang ada di Sumbar. (Rilis/bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kapolda Sumbar sampaikan Terimakasih kepada Masyarakat
- UNESCO Bakal Kucurkan Dana 80.800 USD untuk Sawahlunto, Ini Peruntukannya
- Urai Kemacetan, Gubernur Sumbar Bakal Bangun Jalan Alternatif Malalo - Asam Pulau
- DPRD Sumbar Terima Berkas Hasil Seleksi Calon Anggota KI
- Nevi Zuairina Sampaikan Makna Idul Fitri