UBAH LAKU : Patuhi Protokol Kesehatan untuk Keselamatan Bersama Terhindar dari Covid-19

Minggu, 22 November 2020, 16:04 WIB | Kesehatan | Provinsi Sumatera Barat
UBAH LAKU : Patuhi Protokol Kesehatan untuk Keselamatan Bersama Terhindar dari Covid-19
Foto atas : Isa Kurniawan (anggota FJKIP), Peserta Study Tiru Lakukan Swab Saat Dua Hari Sebelum Keberangkatan ke Yogyakarta dan Foto Bawah : Gusriyono (Ketua FJKIP Sumbar) Swab Saat Sampai di BIM Waktu Kepulangan dari Yogyakarta
IKLAN GUBERNUR

"Kita sangat memahami betul makna pesan Pak Gubernur dan Pak Nurnas ini. Makanya kita sangat berhati-hati sekali, karena situasinya serba sulit di masa pandemi ini. Kita tentu tidak ingin menimbulkan klaster baru dan menjadi sorotan masyarakat. Apalagi kita yang berangkat ini para jurnalis semua. Meski Jogja zona hijau, kita tidak lengah, tetap disiplin. Alhamdulillah, hasil swab pulang studi tiru ini negatif semuanya," ungkap Ketua FJKIP Sumbar, Gusriyono.

Jurnalis yang akrab disapa Yono itu sangat berterima kasih kepada semua anggota FJKIP Sumbar yang keukeuh dan bergeming dengan protokol kesehatan sejak berangkat hingga kembali ke Padang.

"Kemudian, FJKIP Sumbar juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, Komisi I DPRD Sumbar, Dinas Kominfo Sumbar, KI Sumbar, Polda Sumbar, serta Dokter Andani Eka Putra dan Labor Diagnostik FK Unand," ungkapnya.

Baca juga: Selain Diduga Menipu Pengusaha Sumbar, DBA Juga Lakukan Hal Sama ke Pengusaha Yogyakarta

Dari awal, sebelum berangkat, Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska, bersama Wakil Ketua KI Sumbar, Adrian Tuswandi, sudah menekankan untuk menjaga diri dengan melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan, dengan nada mengancam mereka menyampaikan untuk tidak melepas masker selama kegiatan studi tiru.

"Pakai masker tu, Bro!" ujar Adrian yang akrab disapa Toaik ini dengan nada keras.

Hardikan Toaik ini seperti lonceng pengingat bagi yang lalai atau lengah dengan protokol kesehatan. "Ingat keluarga kita di rumah, jangan sampai mereka tertular covid karena kelalaian kita," katanya menasehati.

Sementara itu, Nofal menginstruksikan peserta studi tiru untuk mengikuti rapid test sebelum berangkat. Rapid tes ini syarat untuk bisa berangkat dengan pesawat. Tidak hanya itu, sebagian peserta studi tiru harus mengikuti tes swab sebagai syarat untuk mengikuti pertemuan dengan Pemerintah DI Yogyakarta.

"Pemerintah Yogyakarta memiliki aturan untuk pertemuan dengan tamu dari luar daerah harus menunjukkan surat keterangan hasil tes swab negatif. Tes swab itu paling lama 2 hari sebelum berada di Jogja. Jumlah yang boleh ikut pertemuan juga diatur paling banyak 10 orang," jelas Nofal.

Antusias jurnalis untuk ikut tes swab ini juga terlihat. Dari 10 orang yang direncanakan untuk ikut, akhirnya bertambah menjadi 17 orang pada Senin (2/11) itu.

Menariknya, pengambilan swab ini langsung oleh Dokter Andani di Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand di Jati. Diiringi gerimis, Tokoh Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Indonesia ini mengambil swab satu persatu jurnalis dan Komisioner KI Sumbar.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: