Pulihkan Ekonomi Nasional, OJK Keluarkan 11 Kebijakan Stimulus

PADANG, binews.id -- Kondisi pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan seluruh sektor. Tidak hanya sektor perekonomian namun juga di sektor jasa keuangan secara global. Dalam hal ini perlu mitigasi dan lagkah-langkah strategis untuk memulihkan ekonomi nasional dan kesehatan masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan OJK Sumatera Barat Misran Pasaribu dalam press conference kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tahun 2020 dan outlook perekonomian tahun 2021, Senin (7/12/2020).
"Dalam pemulihan ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan 11 kebijakan kebijakan yakni, 3 kebijakan stimulus perbankan, 2 kebijakan industri keuangan non bank, 5 kebijakan di industri pasar modal, dan 1 kebijakan untuk semua industri keuangan," sebut Misran.
Melalui 11 kebijakan ini, kata Misran, diharapkan dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, pada 9 Maret 2020 lalu, OJK juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk pasar modal. SE OJK tersebut ditujukan untuk pasar modal.
Baca juga: Kepulangan Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Disambut Antusias, Siap Gerak Cepat Bangun Daerah
Misran memaparkan, diantara 11 kebijakan tersebut, adalah restrukturisasi kredit debitur perbankan, relaksasi kredit pembiayaan serta aturan terkait pasar modal. Menurutnya, restrukturisasi debitur tersebut adalah untuk membantu masyarakat sekaligus untuk menekan angka kredit bermasalah (Non Performing Loan/ NPL).
Misran menegaskan, restrukturisasi tidak serta merta diberikan kepada setiap debitur. Tetapi mengacu kepada ketentuan dan kajian pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan.
"Kebijakan restrukturisasi kredit ini akan diperpanjang hingga 2021," katanya.
Dalam paparannya, Misran juga menjelaskan beberapa outline, Pertama, delivery chanel entitas yang ada di Sumbar. Total entitas Oktober 2020 ada 268 entitas yang terdiri dari perbankan 128 entitas, IKNB 106 entitas, pasar modal 34 entitas.
Baca juga: Ini Cara Gubernur Mahyeldi Menjaga Harmonisasi dengan Bupati/Walikota di Sumbar
Kinerja industri perbankan posisi Oktober kecil hanya 0,23 persen. Sementara kinerja industri perbankan syariah posisi Oktober 2020. Perbankan syariah lebih baik dari konvensional.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM