Doni Monardo Apresiasi Peluncuran Buku Putih Penanganan Pandemi Covid-19

JAKARTA, binews.id -- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo, memberikan apresiasi atas peluncuran Buku Putih Penanganan Pandemi Covid-19 F-PKS yang diselenggarakan melalui media daring di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Menurutnya buku yang disusun secara lugas oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, bersama tim tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam penyelenggaraan penanganan Covid-19 di Indonesia untuk ke depannya.
"Selamat atas peluncuran buku ini. Kami merasa sangat bangga dan semua usulan-usulan, masukan serta kritik yang disampaikan kepada pemerintah tentunya akan menjadi catatan penting bagi kami dalam menyelenggarakan penanganan Covid-19 ini ke depan," kata Doni.
Dalam hal ini, Doni juga memberikan tanggapan yang positif terkait apa yang disampaikan para narasumber, penanganan bencana non alam seperti pandemi Covid-19 tidak lepas dari peranan seluruh pihak, baik yang ada di pusat maupun di daerah.
Baca juga: Doni Monardo Minta Unsur di Daerah Tak Terlambat Lakukan Pengetatan Mobilitas
Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa segenap komponen tersebut harus bekerja lebih keras lagi, terutama dalam hal memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19. Sebab, hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang tidak percaya bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu ada dan nyata.
"Pemerintah harus mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh yang ada di daerah. Setiap persoalan yang ada dalam menghadapi dinamika yang ada di daerah tentu tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh non formal. Kita ke depan harus bisa bekerja lebih keras, untuk bisa menjelaskan bahaya Covid-19 ini kepada publik kepada masyarakat. Karena 16 persen masyarakat kita masih ada yang belum percaya tentang Covid-19," kata Doni.
Lebih lanjut, Doni juga yakin bahwa dengan memberikan pemahaman literasi yang baik dan didukung oleh pendekatan berbasis kearifan lokal, maka penanganan Covid-19 di Tanah Air menjadi lebih baik lagi.
"Oleh karenanya, dengan bahasa yang mudah dipahami dengan kearifan lokal yang bisa digali dari tiap-tiap daerah, maka kita yakin Covid-19 ini bisa kita tangani dengan lebih baik," jelas Doni.
Baca juga: BNPB Serahkan Bantuan Senilai Rp1,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Sumbar
Pada kesempatan yang sama, Doni juga menyampaikan masukan terkait beberapa hal yang tersurat di dalam buku seperti mengenai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan wilayah dalam penanganan Covid-19. Dalam UU tersebut, Doni melihat ada beberapa bab yang harus ditambahkan, sehingga penanganan wabah, epidemi maupun pandemi di Tanah Air dapat lebih baik lagi.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kepulauan Riau
- Hj. Nevi Zuairina Minta Ada Transformasi Kesehatan dan Pariwisata di KEK Sanur
- PP IPPNU X Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama Gelar Peer Educator Cegah Stunting
- Gubernur Mahyeldi, Direktur dan Rektor UNP Temui Wapres Usulkan Pengembangan RSAM Bukittinggi
- Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025