Ungkapkan Kekecewaan, Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Mengadu ke Ketua DPD RI Terkait Hal Ini!

Senin, 18 Januari 2021, 13:52 WIB | Ekonomi | Nasional
Ungkapkan Kekecewaan, Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Mengadu ke Ketua DPD RI...
Sejumlah Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah mengadukan kepada Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terkait proses pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pertemuan berlangsung di rumah jabatan Ketua DPD RI di Kawasan Raya Denpasar, Jakarta, Minggu (17/1/2020) malam.
IKLAN GUBERNUR

JAKARTA, binews.id - Sejumlah Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah mengadukan kepada Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terkait proses pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pertemuan berlangsung di rumah jabatan Ketua DPD RI di Kawasan Raya Denpasar, Jakarta, Minggu (17/1/2020) malam.

Asosiasi yang terdiri dari AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia), KESTHURI (Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia), ASPHURINDO (Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia), dan GAPHURA (Gabungan Pengusaha Haji Umrah Nusantara) itu, tergabung dalam Forum Silaturahim Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum Sathu).

Dalam menerima Forum Sathu, LaNyalla mengundang hadir senator Sylviana Murni, Ketua Komite III DPD RI yang membidangi haji dan umrah, sebagai mitra Kementerian Agama RI. Selain juga hadir Ketua Komite I Fachrul Razi dan Wakil Ketua Komite II Bustami Zainudin dan anggota Komite II Alexander Fransiscus.

Dikatakan Ketua Forum Sathu, Baluki A, pihaknya menghargai semangat pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo, agar tercipta kemudahan berusaha melalui UU Cipta Kerja. Untuk itu pihaknya antusias untuk ikut terlibat dalam pembahasan RPP atas UU tersebut. Dengan pertemuan tiga pihak, antara Kementerian Perekonomian, Kementerian Agama dan pihak para pengurus asosiasi, sebagai wakil dari ribuan pengusaha travel haji dan umrah di seluruh Indonesia.

Baca juga: Wakil Ketua DPD Sultan b Najamudin: Pemda Harus Prioritaskan Dana Transfer Umum untuk Belanja Infrastruktur Dasar

"Tetapi kami merasakan kekecewaan, karena dari pihak Kementerian Agama, khususnya melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, tidak memandang kami sebagai partner strategis. Sehingga, aspirasi kami banyak yang tidak diperhatikan, ini tentu tidak searah dengan semangat Presiden, agar UU Cipta Kerja ini dapat memberi kemudahan berusaha," tandasnya.

Ditambahkan Sekretaris Forum Sathu Artha Hanif, Direktorat Bina Umrah dan Haji seharusnya fokus kepada pengawasan atas travel yang melakukan bisnis yang mencurigakan. Seperti menggunakan skema Fonzi dan MLM. Seperti pernah terjadi pada kasus First Travel dan Abu Tour. Bukan bersemangat mempersulit usaha atas kejadian tersebut.

"Sebab, kami sebagai asosiasi pasti mengawasi juga anggota kami, dan akan memberi laporan dini kepada Kemenag bila ada anggota kami yang terindikasi melakukan hal tersebut. Tetapi ini soal penyusunan RPP dengan semangat kemudahan berusaha, seperti spirit dari UU Cipta Kerja. Jadi tolong kami diakomodasi," tukasnya.

Apalagi sambungnya, perusahan travel umrah dan haji, adalah satu-satunya perusahaan terdampak pandemi Covid yang tidak mendapat stimulus dari pemerintah, melalui Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. "Kami sudah tidak memberangkatkan jamaah umrah dan haji sejak Arab Saudi menutup pintu. Beberapa anggota kami terpaksa merumahkan karyawan, karena tidak mampu lagi," imbuh Artha Hanif.

Baca juga: Ketua DPD RI Warning Kemenkes: Setelah Gagal Ginjal Anak, Kini Angka Diabetes Melambung

Menanggapi hal itu, Ketua Komite III Sylviana Murni menyampaikan kepada Ketua DPD RI untuk secepatnya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kementerian terkait. Baik Kemenko Perekonomian maupun Kemenag.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: