Objek Wisata Berbayar di Bukittinggi Ditutup

Jumat, 20 Maret 2020, 06:28 WIB | Pariwisata | Kota Bukittinggi
Objek Wisata Berbayar di Bukittinggi Ditutup
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias Usai Menyemprotkan Disinfektan di Kawasan Objek Wisata Panorama, Kamis (19/3). foto.yus
IKLAN GUBERNUR

BUKITTINGGI, binews.id -- Tidak saja merumahkan siswa dalam proses belajar , Pemko Bukittinggi juga memutuskan untuk menutup sementara sejumlah objek wisata berbayar di Kota Bukittinggi, guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Penutupan tersebut mulai berlaku Jumat (20/3), ujar Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Menurut Ramlan, penutupan semua obyek wisata, untuk antisipasi dan mencegah penyebaran virus corona di Bukittinggi, maka kawasan objek wisata berbayar seperti Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Benteng Fort de Kock, dan Taman Panorama Lobang Jepang, akan ditutup untuk sementara waktu.

Dikatakannya, penutupan sementara semua obyek wisata di Bukittinggi, perlu dilakukan, mengingat objek wisata tersebut selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah, disamping objek wisata lainnya.

Baca juga: Keluarga Alumni SMA 6 Padang (Kasmansix) Gelar Rapat Kerja dan Family Gathering di Bukittinggi

Penutupan objek wisata ini sudah menjadi keputusan bersama antara Pemko dengan unsur Forkopimda, sebagai bentuk antisipasi dari Pemko Bukittinggi dalam menangani penyebaran virus corona.

"Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Untuk itu, kita putuskan menutup sementara objek wisata untuk mencegah penyebaran virus corana. Penutupan objek wisata direncanakan sampai akhir bulan ini, namun kita lihat perkembangannya nanti," ujar Ramlan, usai melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan objek wisata Panorama, Kamis (19/3).

Menurutnya, saat ini hampir seluruh wilayah di Sumbar meliburkan sekolah, termasuk Kota Bukittinggi sendiri. "Kita khawatir, momen libur sekolah dimanfaatkan untuk berwisata ke Bukittinggi. Sebagai upaya meminimalisir penyebaran wabah virus Corona atau untuk sementara waktu kita tutup dulu sejumlah tempat aktivitas keramaian seperti objek wisata. Kita harapkan kebijakan penutupan obyek wisata ini bisa dimaklumi semua pihak," harap Ramlan.

Wako juga menjelaskan, untuk antisipasi penyebaran virus corona di kota ini, berbagai langkah terus diupayakan Pemko Bukittinggi, mulai dari meliburkan sekolah selama 14 hari, penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum, serta meminta Pemprov Sumbar untuk menutup dan menyetop kunjungan dan tamu dari luar negeri, khususnya dari negara yang terjangkit covid 19.

Baca juga: Wawako Marfendi Irup Upacara HUT Korpri ke 53 dan Hut PGRI ke 79 Tahun 2024

Kemudian Pemko Bukittinggi juga telah siapkan lokasi alternatif untuk isolasi pasien terdeteksi atau suspect corona jika dibutuhkan, yakni di Puskesmas Plus Mandiangin, Bukik Umpang Umpang.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: