Sehat Bersama Ditengah Covid -19, Hand Sanitizer Ika Unand Sasar Para Nelayan
Dan kepada pemerintah Sumbar kondisi nihil pasien postif corona virus sampai hari ini jangan anggap kita sudah aman.
"Justru dengan status PDP dan OPD belum positif itu adalah warning bagi pemerintah dan semua pihak untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan yang diterbitkan pemerintah,"ujarnya.
Pemprov Sumbar mesti bertindak strategis, taktis dan quicly merespon setiap embrio kasus corona yang terjadi di Sumbar.
Baca juga: Gubernur Sumbar Akan Hadiri Kongres VII IKA Unand, Ajak Seluruh Alumni Ikut Sukseskan
"Jangan pendekatan kerja struktural saja, tapi mesti taktis dan strategis serta cepat, dan jadikan nol pasien positif di Sumbar menjadi model bantu Indonesia saat ini,"ujar Prof Deddi.
Kalau memang dipandang restriksi dan isolasi 14 hari orang masuk Sumbar untuk memutus sebaran virus kata Prof Deddi mengapa tidak dilakukan.
"Ada banyak properti pemerintah di bandara dan pelabuhan laut maupun di pintu masuk jalan darat ke Sumbar bisa diberdayakan untuk menerapkan ini, Pemerintah Sumbar tinggal ajukan permohonan ke Presiden,"ujarnya.
Sehat bersama di tengah Covid 19 sangat diperlukan sekali, karena begitu lengah dan ada pasien positif maka tidak pernah berhenti rumah sakit menerima pasien.
"Dan menangani kalau sudah begini justru lebih mahal lagi dibandingkan mempertahankan kondisi Sumbar saat ini,"ujar Prof Deddy. (rilis: hms/ikaunand/Mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Wako Fadly Amran: Pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Sejalan dengan Visi Kota Padang
- Wako Fadly Amran ikut Sambut Tim Penilai RSUP Dr M Djamil dari Bappenas
- Padang Rancak Award 2026 Kembali Digelar, Dicari RT Terbersih dan Terindah
- Sinergi Kemanusiaan di HUT ke-116, Donor Darah Semen Padang Berhasil Kumpulkan 369 Kantong Darah
- Perkuat Komitmen Cegah Narkoba Masa Angleb, KAI Divre II Sumbar Bersama BNN Sumbar Laksanakan Random Check P4GN






