Sidang Isbat 1 Ramadan 1442 H Digelar Hari Ini

Agus melanjutkan, tahap kedua yaitu, sidang Isbat awal Ramadan yang dijadwalkan setelah Salat Magrib. Tahapan ini digelar secara tertutup. "Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang Isbat oleh Menteri Agama yang akan disiarkan TVRI, RRI, dan sosial media Kemenag," katanya.
Agus menyebutkan, untuk pemantauan hilal Ramadan 1442 H akan dilaksanakan di 86 lokasi dari 34 provinsi. Pemantauan akan dilakukan oleh petugas dari Kanwil Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat. Di Sumatra Barat pemantauan hilal akan dilakukan di Gedung Kebudayaan Provinsi di Kota Padang.
Muhammadiyah Sudah Menetapkan
Baca juga: Kankemenag Bagikan Sembako dan Takjil Tahap Awal
Sementara itu salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, berdasarkan Maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2021 yang ditandatangani Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris PP Agung Danarto telah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 jatuh pada 13 April 2021 Masehi.
"Pimpinan pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid," bunyi Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Berdasarkan hasil hisab di Yogyakarta, sambung Maklumat tersebut, terlihat tinggi bulan pada saat terbenam =03 derjat 44 38 yang menunjukan hilal sudah wujud, dan bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, BMKG menyatakan akan memantau 34 titik lokasi untuk melihat hilal sebagai penentu awal bulan Ramadan 1442 H. Menurut BMKG, peristiwa konjungsi geosentrik atau konjungsi itjima' terjadi pada hari Senin, 12 April 2021 pukul 09.30 WIB atau pukul 10.30 WITA atau pukul 11.30 WIT yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 22, 412 derajat.
Sementara itu, periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang yaitu 29 hari 16 jam 10 menit. Lalu waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizontal teramati. Di wilayah Indonesia tanggal 12 April 2021, waktu Matahari terbenam paling awal pukul 17.37 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah 18.46 WIB di Sabang, Aceh.
"Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 12 April 2021 di wilayah Indonesia," ujar BMKG dalam siaran persnya.
BMKG menjelaskan, bahwa ketinggian hilal untuk pengamatan di antara 60 derajat Lintang Utara sampai 60 derajat Lintang Selatan saat Matahari terbenam di masing-masing lokasi pengamat di permukaan Bumi pada tanggal 12 April 2021. Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 12 April 2021 berkisar antara 2,62 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 3,66 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat. (*)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kecelakaan Tunggal, Pimpinan PT NWR Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya 15 Karyawan PT ERB
- Ikuti Retreat, Wako Fadly Amran: Momentum Saling Mengenal
- Gubernur dan Wagub Sumbar Terpilih Kompak Berpakaian Putih Saat Mengikuti Gladi Kotor di Monas
- Ketahanan Pangan di Bantul: Kapolri Dorong Swasembada Jagung Nasional
- PT Semen Padang dan KSOP Kelas I Dumai Jalin Kerjasama Terkait Terminal Khusus