Satu-satunya se-Indonesia, Komisi Informasi Nilai KIP Sekolah di Sumbar

PADANG, binews.id -- Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska, mengungkap hanya Sumbar di Indonesia yang memotret Keterbukaan Informasi Publik (KIP) SMA/SMK dan MAN.
"Ini se-Indonesia hanya dilakukan KI Sumbar, pemahaman KIP di sekolah penting karena BOS bersumber dari APBN tentu hak publik untuk tahu hatus bisa diakses masyarakat," ujar Nofal Wiska Jumat (13/8/2021) saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monev KIP sesi tiga kategori SMA sederajat dan PTN dan PTS secara hybrid.
PTN/PTS juga dinilai KIP-nya terutama terkait soal uang kuliah tunggal dan informais publik yang menjadi hak publik untuk tahu di PTN dan PTS.
"Buka saja bapak dan ibu tentang apa saja yang diputuskan bahwa informasi itu hak publik untuk tahu," ujar Nofal.
Baca juga: Puluhan Sekolah Terima Reward Adiwiyata dari Pemko Padang Panjang
Kepala Dinas Pendidikan (Dsidik) Sumbar, Adib Alfikri, yang membuka sesi III Bimtek Monev KIP-BP 2021 mengatakan KIP suatu keharusan tapi apakah semua harus dibuka atau ada batasannya.
"Saya harap KI Sumbar bisa memberikan pedoman teknis terkait keterbukaan informasi publik di sekolah," ujar Adib saat memberi sambutan pembukaan Sesi III Bimtek Monev KIP-BP 2021.
Adib menegaskan juga bahwa semua pencari informasi harus dilihat dari niatnya. "PPID di sekolah harus berperan, saya harapkan PPID sekolah bisa mengedepankan arif dan bijaksana dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik sekolah," ujar Adib.
Giring pencari informasi ke prosedur yang digariskan UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. "PPID harus minta identitas, dan substansi yang diminta apa kegunaannya untuk apa, selagi bisa dijawab lisan tanpa dokumen lakukan, PPID dalam. mengawal keterbukan harus humanis dalam melayani," ujar Adib.
Baca juga: KINI MAJU DI PILKADA PADANG, Survey SBLF Sebut, Fadly Amran Gagal Sebagai Wali Kota Padang Panjang
Semoga kata Adib, Monev KI pada sekolah dan PTN/PTS hari ini berjalan lancar dan memberikan pencerahan kepada peserta Monev. "Ayo serius taati Prokes Covid-19 dan gali ilmu serta ayo raih prediket informatif. Sehingganya keterbuakan informasi itu nyata dan harus terujud," ujar Adib. (*/bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kapolda Sumatera Barat Memberikan Kuliah Umum di Universitas Negeri Padang
- Kadis Kominfo Serahkan Bekal Magang bagi Mahasiswa UIN Batusangkar
- Ini Agenda Ki Dr. Drh H.M Munawaroh Dalam Kunjungannya ke Sumbar
- Gubernur Sumbar Dukung Assesment Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kewajiban Untuk Menyiapkan Generasi Yang Kuat