140 Pejabat Pengadaan Ikuti Bimtek PBJ, Wagub Audy Sebut Begini

TANAH DATAR, binews.id -- Untuk menghindari risiko dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Bagian Administrasi Pembangunan Setda Sumbar menggelar Bimbingan Teknis Mitigasi Resiko Hukum Pengadaan Barang dan Jasa di Hotel Emersia, Kab. Tanah Datar, Selasa (24/8/2021).
Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, bagian Administrasi Pembangunan merupakan bagian yang paling berisiko pelaksanaan pembangunan Sumbar, salah satunya berawal dari proses pengadaan barang dan jasa. Apabila Proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) ini berjalan dengan baik, maka Insya Allah pembangunan Sumbar juga akan berjalan dengan baik pula.
Sebaliknya apabila proses PBJ tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti terjadi keterlambatan, atau ada unsur KKN, ataupun hal-hal lainnya, maka saya yakin pembangunan Sumbar akan menjadi terlambat pula. Bahkan lebih dari itu pembangunan Sumbar akan bermasalah dan pada akhirnya menimbulkan kerugian masyarakat luas.
Wagub Sumbar mengatakan, berdasarkan laporan dari PBJ Sumbar, pengadaan melalui paket tender/seleksi setidaknya berjumlah 590 paket lebih. Nilai dari paket tender ini mencapai Rp 1 triliun lebih atau 14 persen dari total APBD Sumbar. Belum lagi pengadaan-pengadaan di OPD yang dilakukan secara swakelola dan pengadaan langsung, ditambah dengan pengadaan yang dilakukan oleh Kabupaten / Kota se Sumbar.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran
"Tentunya kita berharap kesemuanya akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Harus kita akui bahwa Sumbar saat ini masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap APBD Pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Oleh karenanya proses PBJ perlu menjadi perhatian oleh Pemerintah Daerah," kata Audy.
Oleh sebab itu, Audy berharap proses pengadaan dilakukan pemerintah harus disegerakan. "Tidak ada alasan untuk ditunda, semakin cepat proses selsainya, maka roda perekonomian masyarakat berputar," tegasnya.
Kemudian semakin banyak UMKM atau produk lokal yang digunakan, diharapkan akan semakin besar pula peluang serapan anggaran oleh masyarakat yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi bisa diharapkan bergerak cepat dan merata.
"Namun demikian, kami berharap agar ekonomi masyarakat Sumbar bisa tumbuh secara maksimal, maka pengusaha- pengusaha lokal diharapkan untuk mampu bersaing meraih paket-paket pengadaan yang diadakan oleh pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota," ungkapnya.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
Untuk ini tentu diperlukan profesionalitas dan kompetensi dari pengusaha-pengusaha local, perlu upaya pembinaan kepada mereka sehingga profesionalisme mereka dapat ditingkatkan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Ditbinmas Polda Sumbar Kembali Bahas Radikal, Terorisme dan Intoleransi
- Kapolda Sumbar hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Kapolda tutup Audit Kinerja Itwasum Polri tahap II Tahun 2021 di Polda Sumbar
- Personel Ditreskrimum Polda Sumbar Terima Penghargaan dari berbagai Instansi
- Tim Asistensi dan Supervisi Mabes Polri datangi Polda Sumbar