Kominfo Fasilitasi 1.160 Pengembangan Startup Digital

Dukungan Mitra
Founder & COO Xendit Tessa Wijaya menyatakan pihaknya mendukung penuh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang dilaksanakan Kementerian Kominfo. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan perusahaan startup Xendit.
"Kami sangat bangga apalagi dari perusahaan kami telah menjadi unicorn terakhir di Indonesia dengan adanya pendanaan sebanyak USD150 Juta, yang didapatkan pada bulan ini juga. Jadi saya merasa bahwa Gerakan 1000 Startup ini sangat penting sekali untuk mendukung berbagai macam startup agar dapat berkembang di Indonesia," ujarnya.
Baca juga: OJK Cabut Izin Tiga BPR di Sumbar Sepanjang 2024, Optimalkan Pengawasan Perbankan
Menurut Tessa Wijaya, potensi pada pasar digital Indonesia sangat besar, terlebih lagi Indonesia memiliki populasi keempat terbesar di dunia. "Kita juga mempunyai berbagai macam fondasi yang tetap untuk go digital. Contohnya, yang sudah ada di negara ini dan memang semua orang sudah dapat belajar untuk go digital," jelasnya
Potensi tersebut menurut COO Xendiut perlu dikembangkan melalui dukungan berbagai pihak yang berkolaborasi dengan pemerintah, "Bahkan dengan dukungan pemerintah tentunya pasti akan ada banyak sekali startup yang menjadi unicorn-unicorn juga kedepannya," ungkapnya.
Sementara itu, Chief Investment Officer BRI Ventures William Gozali menyatakan, pihaknya sangat optimistis melihat potensi ekonomi digital di Indonesia. "Kalau dilihat (ekonomi digital) itu semakin bertumbuh dengan baik, jadi perusahaan-perusahaan unicorn semakin banyak," ujarnya.
Mengutip statistik sejak tahun 2019, William Gozali menunjukkan adanya pendanaan yang konsisten masuk ke Indonesia untuk startup rata-rata di atas USD3 Miliar. Bahkan di tengah pandemi pada tahun 2020, pendanaan tetap mengalir ke startup asal Indonesia.
"Bahkan di tahun 2021 dari data yang saya lihat sepanjang semester satu saja sudah ada 87 startupyang mendapatkan pendanaan. Jadi kalau sekarang mungkin sudah lebih dari 100 startup Indonesia, dan rata-rata secara kumulatif itu sudah lebih dari USD1 Miliar," jelasnya.
Melihat perkembangan tersebut, Chief William menilai setiap tahunnya trend ekonomi digital meningkat. Termasuk data riset yang dikutip dari Google dan Temasek sepanjang tahun 2020 saat wabah pandemi, ekonomi digital di Indonesia tetap bertumbuh.
"Nilainya sekitar USD44 Miliar dan masih bertumbuh double digit. Jadi di Asia Tenggara yang bertumbuh double digital yaitu Indonesia dan Vietnam," paparnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Usul Koperasi sebagai Solusi Distribusi LPG 3 Kg untuk Minimalkan Kebocoran dan Perkuat Pengawasan
- Hj. Nevi Zuairina Dorong BUMN Energi Percepat Pengembangan Baterai EV dan Optimalisasi Limbah
- Awal Tahun 2025 Investor Pasar Modal Lampaui 15 Juta
- Nevi Zuairina minta Pengawasan BBM Subsidi Ditingkatkan dan Pelanggar Harus Diberi Efek Jera
- Penuhi Kebutuhan Pelanggan, PLN Sukses Tambah Jumlah SPKLU hingga 299% di Seluruh Indonesia Sepanjang 2024