Agar Tak Gulung Tikar Saat Pandemi, Pelaku UMKM Sumbar Harus Beradabtasi Dengan Sistem Digital

Selasa, 02 November 2021, 10:11 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Agar Tak Gulung Tikar Saat Pandemi, Pelaku UMKM Sumbar Harus Beradabtasi Dengan Sistem...
Pemerintah meminta para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus bisa beradaptasi dengan sistem digital untuk berkembang dan tidak mati atau gulung tikar di tengah arus digitalisasi yang berkembang pesat di era pandemi Covid-19. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Pemerintah meminta para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus bisa beradaptasi dengan sistem digital untuk berkembang dan tidak mati atau gulung tikar di tengah arus digitalisasi yang berkembang pesat di era pandemi Covid-19.

"Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang bertahan dengan sistem konvensional. Pandemi Covid-19 membuat banyak pembatasan, sehingga usaha terus merugi. Salah satu solusi yaitu mengandalkan teknologi digital dalam pemasaran sehingga tetap bisa bertahan," ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat pembukaan Talkshow dan Pelatihan Digitalisasi serta Manajemen Produk Halal bagi 1000 UMKM, di Padang, Senin (01/11/2021).

Dikatakannya, mau atau tidaknya bahwa ke depan UMKM harus melek digital agar bisa bertahan bahkan berkembang, meski dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini akan berupaya mendorong dan menfasilitasi diantaranya melalui pelatihan.

"Sekarang cukup banyak program pemberdayaan UMKM yang sudah bisa diakses dengan penggunaan digitalisasi dan pelayanan secara online, maka sangat rugi jika pelaku usaha tidak paham dan mengerti memanfatkan pelayanan secara digital," katanya.

Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat

Mahyeldi berharap dengan adanya pelatihan yang diberikan diharapkan UMKM di Sumbar bisa naik kelas dan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Pelatihan digitalisasi pemasaran ini merupakan sebuah upaya mendorong, mengembangkan dan mempromosikan potensi UMKM Sumbar yang cukup beragam dan mempunyai keunggulan yang dijamin higient dan kehalalannya.

Sebagaimana falsafah hidup masyarakat Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Oleh karna itu, wisata halal Sumbar bukan sesuatu yang asing lagi, namun sebagai bukti kongkrit dari falsafah tersebut maka diharapkan setiap UMKM di Sumbar memiliki sertifikat halal di setiap produknya.

"Sumbar sudah dikenal dengan wisata halalnya, bahkan sudah ditingkat dunia, maka untuk mengembangkan produk halal untuk lebih berkembang pemerintah terus mendorong produk UMKM lebih banyak lagi yang memiliki sertifikasi halal, baik yang difasilitasi anggaran APBD Provinsi, Kab/Kota, APBN, maupun fasilitasi instansi terkait," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang

Pada kesempatan itu Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih kepada BPJPH dan Kementerian Agama yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pelatihan bagaimana proses mengakses program sertifikasi halal bagi pelaku usaha dan juga sudah banyak memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM Sumbar.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: