Sorot Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumbar, Nevi Zuairina : Harus Ada Strategi dari Pemerintah

BUKITTINGGI, binews.id -- Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II, Nevi Zurairina, mengatakan pentingnya strategi dari Provinsi Sumbar dalam rangka menurunkan kekerasan pada perempuan dan anak.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan yang diinisaiasi Pemerintah Daerah Sumbar dalam pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pendampingan Korban Kekerasan bagi Lembaga Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat tahun 2021 Minggu (21/11/2021) di Kota Bukittinggi.
Kegiatan berlangsung sehari itu dihadiri Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempua dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) dengan bekerja sama dengan Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi.
"Munculnya pandemi Covid-19 di dunia telah berdampak terhadap keluarga dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Banyak keluarga terpuruk dan berkonflik. Untuk itu, dibutuhkan kedisiplinan semua pihak untuk berbagai langkah bijak mengatasi dampak negatif Covid-19 di bidang perekonomian, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan," tutur Nevi.
Baca juga: Pj Sekda Padang Ingatkan ASN Hindari Gaya Hidup Hedonisme
Nevi mempertegas, pandemi yang memiliki dampak sampingan selain kesehatan fisik, juga mempengaruhi faktor psikologis yakni kekerasan terjadi dalam rumah ruang lingkup keluarga bahkan pelaku rata-rata berasal dari orang terdekat baik dari sisi anak maupun orangnya.
Salah satu contohnya adalah kondisi pembelajaran daring yang menimbulkan stress di keluarga. Selain itu juga ada faktor ekonomi pemicu kekerasan pada perempuan dan anak atas kasus-kasus yang ada serta pemanfaatan handphone pada anak tidak pada tempatnya.
"Saya menginginkan, para peserta pelatihan atau alumni sekolah keluarga di Bukittinggi ini dapat menjadi agen di lingkungan keluarga. Diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah yang muncul di beberapa keluarga," katanya.
Sekolah keluarga diadakan pemerintah Kota Bukittinggu ini sangat luar biasa dan sangat diapresiasi karena akan menjadi solusi berbagai persoalan keluarga di masa yang akan datang. Politisi PKS ini menyampaikan pendapatnya bahwa semua peserta pelatihan SDM saat ini nantinya akan menjadi pelaku yang mewujudkan keluarga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sebuah proses pembentukan peradaban.
Baca juga: Pjs Bupati Solok Akbar Ali Hadiri Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024
"Sesuai tujuannya, keluarga akan menuju pada pembentukan keturunan yang baik dan utuh, membesarkan anak yang merupakan karunia Allah SWT. Menyesuaikan sikap antar suami istri, meningkatkan afeksi keluarga, mengembangkan kehidupan spiritual keluarga dan meningkatkan kehidupan keluarga," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Keluarga Alumni SMA 6 Padang (Kasmansix) Gelar Rapat Kerja dan Family Gathering di Bukittinggi
- Novrianto Ucok Terima Anugerah Achievement Motivation Person dari KI Sumbar
- 3 Nagari Bertarung Jadi Juara 1 Monev KIP 2024
- Monev KI Sumbar 2024: 33 Badan Publik Bersiap Rebut Anugerah Keterbukaan Informasi
- Antusiasme di Bukittinggi: Bawaslu dan Komisi Informasi Sumbar Siap Laksanakan Monev 2024