Tiga Kasus Menonjol di Kota Padang Selama Tahun 2021 yang Diungkap Polresta Padang

PADANG, binews.id -- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mencatat ada tiga kasus kriminalitas yang paling menonjol yang ditemukan selama tahun 2021.
Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan, kasus kriminalitas atau kejahatan di Kota Padang mengalami penurunan selama tahun 2021, namun pengungkapan kasus mengalami peningkatan.
Meskipun demikian ada tiga kasus yang menarik perhatian publik atau kasus yang menonjol yang di ungkap Polresta Padang. Kasus pertama yang sempat viral yaitu kasus aborsi.
Dijelaskannya, kasus penjual obat dan pelaku aborsi itu diungkap di Apotik Indah Farma Jalan Ksatria Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kamis (11/02/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Kapolda Sumbar Beberkan Keberhasilan Tangani Sembilan Kasus Besar Sepanjang 2024
Pengungkapannya berawal dari informasi masyarakat sering terjadi transaksi penjualan obat obat daftar G atau obat keras tanpa izin edar, yang mana obat tersebut sengaja dijualbelikan kepada wanita-wanita hamil yang ingin menggugurkan kandungan (aborsi) tanpa ada resep dari dokter.
Para pelaku ini juga menyediakan tempat untuk aborsi dan bisa lakukan praktek. Apalagi para pelaku aborsinya kebanyakan dari mahasiswa yang melakukan hubungan diluar nikah dan lakukan. Dengan tarif harga dari 1-5 juta, tergantung dari usia janin.
Kedua, sambung Imran, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yaitu Perampok dan pembunuhan yang terjadi dalam rumah Jalan Kelok, Belimbing Raya, RT.08 RW.3 Kelurahan Kuranji, yang terjadi pada Sabtu (23/10/21) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kejadian tersebut mengakibatkan pemilik rumah bernama Yuni Nelti (59) meninggal dunia, dan suaminya Kusbiantara (58) mengalami patah tangan. Kemudian, perampok yang berjumlah tiga orang tersebut berhasil membawa beberapa barang berharga milik korban.
Baca juga: Peringati hari Bhayangkara Ke-78, Polres Pasaman Gelar Aneka Kegiatan
"Otak pelaku yaitu satpam dan asisten rumah tangga (ART) korban yaitu RF dan EN, dan satu pelaku lainnya berinisial R merupakan anggota keluarga dari ART yang berasal dari Sumsel yang mencarikan tiga perampok," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Pj Wako Padang Terima Penghargaan Tokoh Pelopor Anti Tawuran dan Balap Liar
- Polda Sumbar Libatkan K9 dalam Antisipasi Peredaran Narkoba di Bandara Internasional Minangkabau
- Komitmen Jadikan Sumbar Zero Tawuran dan Balap Liar, Kapolda Sumbar Pimpin Deklarasi Anti Tawuran dan Balap Liar
- Pemko Padang dan Polda Sumbar Deklarasi Anti Tawuran dan Balapan Liar
- Padang Tanpa Tawuran! Pemko dan Polda Sumbar Satukan Kekuatan dalam Deklarasi