Masa Transisi Pemulihan Pasca Gempa, Bupati Pasaman Imbau Warga Kembali Ke Rumah

Rabu, 09 Maret 2022, 10:53 WIB | Peristiwa | Kab. Pasaman
Masa Transisi Pemulihan Pasca Gempa,  Bupati Pasaman Imbau Warga Kembali Ke Rumah
Bupati H Benny Utama SH MM di posko tanggap darurat bencana gempa bumi Pasaman, Kantor Camat Tigo Nagari, Selasa (8/3). IST
IKLAN GUBERNUR

PASAMAN, binews.id -- Masa tanggap darurat 14 hari pascabencana gempa bumi Kabupaten Pasaman akan segera berakhir. Namun Bupati H Benny Utama SH MM belum memutuskan apakah diperpanjang atau dihentikan.

"Dua hari ke depan akan berakhir, di tanggal 10 Maret. Tapi sesuai ketentuan, masih boleh diperpanjang. Namun kita lihat dulu perkembangan selama sisa waktu dua hari terakhir ini," ujar Bupati H Benny Utama SH MM di posko tanggap darurat bencana gempa bumi Pasaman, Kantor Camat Tigo Nagari, Selasa (8/3).

Dijelaskan, pada fase ini akan diupayakan pengembalian masyarakat yang berada di tenda-tenda pengungsian, agar mau pulang menetap di rumahnya masing-masing.

"Bagi yang rumahnya rusak ringan atau masih baik, dihimbau untuk kembali pulang tinggal di rumahnya. Namun bagi yang rumahnya rusak berat atau hancur, akan segera dibuatkan hunian sementara di lokasi sekitar rumahnya," kata Bupati.

Baca juga: Hamdan Resmi Dilantik DPRD Pasaman sebagai PAW Masa Jabatan 2019-2024

Disebutkan, ada kekuatiran jika masyarakat tetap tinggal di tenda-tenda pengungsian, akan timbul masalah baru, yakni berjangkitnya berbagai penyakit. "Tinggal di tenda pengungsian itu tidak sehat. Apalagi saat ini sudah muncul kasus malaria dan ISPA," ungkapnya.

Namun diakui, masih ada perasaan traumatik di sebagian masyarakat, terutama yang bermukim di Nagari Malampah, untuk mau kembali tinggal di rumah mereka.

Sebagain besar masyarakat di Malampah masih trauma untuk kembali tinggal di rumahnya. Bayangan akan bahaya gempa masih tetap ada. Dan itu wajar, terutama bagi kalangan anak-anak dan orang tua.

Bupati berharap, traumatik warga Malampah cepat pulih. Karena sejak gempa kuat Jumat (25/2) lalu, hanya ada gempa susulan bermagnitudo rendah, dan tidak membahayakan.

Baca juga: 'Bongkar Mesin', Bupati Pasaman Benny Utama Lantik Pejabat Eselon II

"Musibah memang datang atas kehendak Allah, dan kita manusia tidak pernah tau itu kapan. Namun dari seluruh pengalaman selama musibah gempa terjadi, jika di lokasi yang sama, tidak pernah terjadi gempa ulangan yang sama kuat, apalagi melebihi," terang Bupati.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: