Setelah 14 Hari Tanggap Darurat, Dapur Umum Ditutup dan Dilanjutkan Tahap Transisi Darurat

"Pemda harus punya dana cadangan, untuk antisipasi habisnya stok bahan kebutuhan pokok di gudang-gudang logistik bantuan yang ada saat ini," kata Bupati
Data terakhir posko Media Center Tanggap darurat merilis, sedikitnya terdapat hampir 6000 orang mengungsi, 2022 rumah rusak serta hancur, termasuk 32 sekolah, fasilitas Kesehatan, tempat ibadah, fasilitas umum dan lahan usaha ekonomi masyarakat porak poranda di guncang gempa yang dibarengi 'galodo'' dahsyat di Kabupaten Pasaman pada Jumat (25/2) pekan lalu.
Daerah terparah terdampak gempa, adalah Nagari Malampah, Kecamatan Tiga Nagari, dengan 14 orang meninggal dunia dan ratusan rumah hancur, yang sebagian besarnya rata dengan tanah.
Baca juga: Gempa Bumi Tektonik M5,2 Di Kepulauan Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami
Turut diingatkan bupati, pemulihan traumatik warga terdampak gempa perlu terus dilakukan melalui berbagai program, mengingat masyarakat harus kembali ke hunian tetap mereka, dan akan menjalani hidup normal kembali.
Bagaimana mekanisme dan pola kerja Satuan tugas Masa Transisi Darurat menuju pemulihan gempa bumi Pasaman, kita tunggu saja kelanjutannya.
Rapat gabungan dihadiri lengkap Wakil Bupati Pasaman, Kapolres, Ketua DPRD serta Forkopimda, pihak BNPB Pusat, Kementerian Sosial dan Kepala OPD teknis Pemkab. Pasaman. (*/Fajri)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Bupati Pasaman Sabar AS Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Lubuak Gadang
- Peduli Bencana Sumbar, Bupati Sabar AS Lepas Tim Pembantu Penangan Bencana
- Banjir di Beberapa Tempat di Pasaman, Bupati Sabar AS Langsung Gerak Cepat
- Anggota DPRD Pasaman Rahmi Wahidah Tinjau Lokasi Terdampak Banjir
- Tinjau Pembersihan Akibat Banjir, Plt Bupati Sabar AS Serahkan Sembako pada Warga