LAPORAN KHUSUS
STUDI TIRU PELAKU EKONOMI KREATIF SUMATERA BARAT, Menimba Ilmu Sampai ke Kota Kembang Bandung
Selaku IKM Rajutan yang tergabung dalam Komunitas Banang Sahalai berharap mimpi itu bisa diwujudkan bersama dengan Pemerintah Daerah, baik Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
"Tentu kami juga sangat butuh dukungan dari Bapak Hidayat untuk bisa mewujudkan mimpi ini. Terima kasih atas dukungan selama ini untuk komunitas Banang Sahalai. Semoga Bapak terus bisa membimbing kami," katanya.
Lain Susilawati dan Yetti, lain juga cerita Muhamad Aldo, yang juga ikut jadi peserta studi tiru ke Kota Bandung. Aldo pelaku IKM Kopi Barista di Kota Padang, mengatakan dari kunjungan studi tiru ke Kopi Luwak Cikole, Kota Bandung, ia dapat ilmu yang banyak soal pengembangan usaha kopi.
Baca juga: Hidayat Gelar Pelatihan Relawan Bencana untuk Perkuat Kesiapsiagaan Kota Padang
"Saya sangat senang bisa dibawa ke sini (Kopi Luwak Cikole, red). Banyak hal yang saya dapat pelajari di sini. Bahkan saya ingin menerapkan ilmu yang didapat di sini setelah sampai di Kota Padang nanti. Soal kopi, itu bukan untuk dinikmati saja, tetapi ada juga khasiatnya di dalam kopi tersebut, seperti melindungi diri kita dari kanker," katanya.
Aldo juga sangat berterima kasih kepada bapak angkat UMKM Kota Padang, Hidayat, yang telah memberinya peluang dan kesempatan untuk langsung menimba ilmu soal barista ke Kota Bandung.
"Kalau bukan melalui Bapak Hidayat yang telah menggabungkan saya ke sini (Forum Ekonomi Kreatif, red) tentu saya tak akan dapat kesempatan belajar seperti ini. Ini sangat luar biasa. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut ke depannya dengan mengunjungi daerah lain. Sehat dan sukses untuk Bapak Hidayat," ujarnya.
Almi Wandi Yunus, pemilik Kuliner Nomi Shop, saat berkunjung ke Industri Sepatu dan Floating Market (Pasar Terapung) Kota Kembang Bandung. Studi tiru ke industri persepatuan dan Floating Market ini sangat berguna untuk memotivasi UMKM lainnya agar bisa berkembang sama seperti industri persepatuan yang di Cibaduyut ini.
"Saya berharap ilmu yang yang didapat di studi tiru ini dapat diaplikasikan di daerah kita masing-masing sehingga bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak dan menumbuhkan jiwa-jiwa pengusaha," ujarnya.
Begitu juga dengan Floating Market Lembang, salah satu destinasi wisata yang menggabungkan kuliner dengan wisata. Setiap orang yang belanja di Floating Market Lembang harus menggunakan koin yang telah ditukarkan di outlet yang telah ditentukan.
Uniknya di Floating Market ini mengadopsi budaya Jepang dengan menampilkan Kota Mini Kyoto. "Dari pelajaran di Floating Market saya bisa memahami bahwasanya peran kuliner sangat penting untuk daerah wisata," ujar Almi.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Efisien, Transparan, dan Ramah Lingkungan, KAI Divre II Sumbar Optimalkan Penggunaan BBM untuk Mobilitas Masyarakat
- Wagub Vasko Dorong Kab/Kota di Sumbar Tiru Langkah Pariaman Perluas Pasar Produk Pangan
- Sinergi Berkelanjutan, OJK dan Universitas Andalas Sepakati Nota Kesepahaman Baru
- Jaga Kualitas Layanan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Divre II Sumbar Lakukan MCU Rutin bagi Pekerja
- OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai di Dharmasraya






