LAPORAN KHUSUS

STUDI TIRU PELAKU EKONOMI KREATIF SUMATERA BARAT, Menimba Ilmu Sampai ke Kota Kembang Bandung

Sabtu, 02 April 2022, 09:47 WIB | Ekonomi | Kota Padang
STUDI TIRU PELAKU EKONOMI KREATIF SUMATERA BARAT, Menimba Ilmu Sampai ke Kota Kembang...
Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif Kota Padang bersama Dinas Pariwisata Provnsi Sumbar saat melakukan studi tiru ke Kota Bandung Rabu - Sabtu, 23-26 Maret 2022. IST
IKLAN GUBERNUR

BANDUNG, binews.id --- Wajah senang bercampur haru tampak dari wajah Susilawati, salah seorang pelaku ekonomi kreatif dari Kota Padang saat menginjakkan kaki pertama kali di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia tak menyangka akan bisa menginjakkan kaki di Kota Kembang ini.

"Ini perdana saya ikut rombongan studi tiru. Saya sangat senang dan rasanya sangat haru saya bisa sampai di sini. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Hidayat (Anggota DPRD Sumbar, red), yang telah memberikan saya kesempatan belajar ke sini (Bandung, red)," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Susilawati menyebutkan, ia mulai bergabung dengan forum ekonomi kreatif Kota Padang semenjak 2020. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat yang membawanya bergabung di dalam forum ini.

"Usaha saya sangat terbantu setelah bergabung dengan forum ini. Banyak program dan bimbingan yang saya dapat berkat inisiasi dari Bapak Hidayat melalui pokok-pokok pikirannya. Kami jujur, kami dari pelaku ekonomi kreatif Kota Padang sangat terbantu. Terima kasih, Pak Hidayat," ujar Susilawati yang mengaku baru pertama kali naik pesawat ini.

Baca juga: Komunitas Seni Tradisi Padang: Terima Kasih Pak Hidayat

Hal senada juga dikatakan Yetti Mulyati, pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Rajutan Banang Sahalai di Kota Padang. Ia menyebutkan bimbingan dan pelatihan yang ia terima selama ini telah melejitkan usaha yang digelutinya. Banyak solusi yang ia dapat dalam pengembangan usahanya setelah bergabung di forum ekonomi kreatif tersebut.

"Alhamdulillah, dengan adanya program studi tiru yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sumbar yang diprakarsai oleh pokok pikiran (Pokir, red) Pak Hidayat, saya sangat bersyukur sekali bisa diikutsertakan dalam program studi tiru ke Kota Bandung ini," ujar Yetti.

Kata Yetti, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik pada kegiatan kemarin. Banyak kenal dengan pelaku IKM yang lain, meskipun beda bidang IKM-nya, terutama di bidang rajutan.

"Yang sangat menginspirasi sekali, yaitu ketika berkunjung ke Kampoeng Rajoet di Daerah Binong, Kecamatan Batu Nunggal, Kota Bandung, Jawa Barat, dimana 400 kepala keluarga di sini semuanya punya usaha rajutan di rumah mereka sendiri. Meskipun beda produk rajutan, bahan dan alat yang dipakai, tetapi intinya, sangat membuat saya terinspirasi bahkan ingin pula rasanya menjadikan salah satu daerah atau perkampungan rajut di Kota Padang," ungkap Yetti.

Baca juga: Hidayat Gelar Pelatihan Relawan Bencana untuk Perkuat Kesiapsiagaan Kota Padang

Usai kunjungan ini, Yetti pun bersama teman-teman di komunitas Banang Sahalai akan mulai melakukan hal serupa seperti di Binong. Ia akan terus memberikan pelatihan merajut gratis di daerah sekitar Tunggul Hitam, Kota Padang. "Dan kami juga punya mimpi, menjadikan Tunggul Hitam menjadi sentral rajutan Kota Padang," katanya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: