Hadirkan Penyiaran Yang Sehat, KPID Sumbar Gelar Rakor antar Lembaga
PADANG, binews.id -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumatera Barat akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Stakeholder Penyiaran Senin (30/5/2022). Kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menggali ide-ide tentang bagaimana penyiaran yang sehat di Sumatra barat.
Dijadwalkan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, akan membuka lansung kegiatan tersebut. Selain gubernur dan Ketua DPRD Sumatera Barat, kegiatan ini juga akan dihadiri 19 bupati dan wali kota se-Sumatera Barat. Sementara itu kegiatan ini juga akan menghadirkan Direktur Penyiaran Kementrian Kominfo, Komisioner KPI Pusat dan Kadis Kominfotik Sumatera Barat serta Wakil Ketua Komisi I sebagai pembicara dalam Rakor yang bertema "Masa Depan Penyiaran di Sumatera Barat dalam Era Penyiaran Digital"
Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi stockholder penyiaran, pemangku kebijakan dan masyarakat terkait arah penyiaran sumbar ditengah diberlakukannya analig swich of tahun 2022 ini.
Selain itu, dalam Rakor ini juga akan dibahas tentang penguatan lembaga KPID dan lembaga penyiaran di Sumatera Barat serta mensosialisasikan hak hak masyarakat terkait penyiaran sehat.
"KPID merupakan lembaga independen yang bertugas mengawal undang undang penyiaran yang di atur teknis oleh pedoman perilaku penyiaran dan standar penyiaran. Untuk itu KPID berkewajiban mensosialisasikan hal kepada seluruh masyarakat dan stockholder. Agar masyarakat mendapatkan haknya di bidang informasi yang di kemas dalam program penyiaran," terang Ketua KPID, Dasrul.
Dasrul menambahkan, Rakor ini sangat penting dan ini menjadi bukti bahwasannya KPID Sumbar serius dalam melaksanakan tugasnya dengan berkoordinasi bersama Stakeholder pemerintahan maupun Lembaga Penyiaran.
Dasrul juga berharap dengan adanya Rakor stakeholder penyiaran dapat mencapai hasil yang terbaik bagi penyiaran di Sumatera Barat nantinya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Sumbar, Fiky Trisaputra, menambahkan dalam Rakor ini juga akan dibahas perihal konten-konten yang tayang tidak sesuai dengan aturan P3SPS, membahas mengenai demokrasi penyiaran dan pertumbuhan perekonomian Sumatera Barat setelah diberlakukan Analog Switch Off (ASO), Pemenuhan konten 10 persen dan penayangan pada waktu prime time. (*/bi).
Baca juga: Wabup Solok Buka Pelatihan Konten Digital Bagi Guru PAUD dan Pamong Belajar
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- PT Semen Padang Serahkan Kunci Rumah Layak Huni untuk Warga Koto Lua, Wujud Nyata Kepedulian Sosial Perusahaan
- Harapan Baru dari Limau Manis: Mulyadi Terima Kunci Rumah Usai 15 Tahun Tinggal di Pondok Sawah
- Perkuat Struktur Organisasi, Rektor Lantik Sejumlah Pimpinan Baru UNP
- Tekan Pengangguran, Padang Buka Peluang Kerja Lulusan ke Jepang
- Wawako Padang Maigus Nasir Lantik Pengurus Masjid Al-Mukarrahmah, Disaksikan Sekjen MUI






