UHa Berhasil Perjuangkan Pembuatan JUT di Gunung Bandung Batu Bara

Jumat, 05 Agustus 2022, 13:41 WIB | Ragam | Nasional
UHa Berhasil Perjuangkan Pembuatan JUT di Gunung Bandung Batu Bara
Ustaz Ahmad Hadian Kardiadinata berhasil memperjuangkan pembuatan JUT di Desa Gunung Bandung, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara. IST
IKLAN GUBERNUR

BATU BARA binews.id -- Ustaz Ahmad Hadian Kardiadinata berhasil memperjuangkan pembuatan JUT di Desa Gunung Bandung, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara

Setelah berulang kali berhasil memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat saat dirinya melakukan kunjungan reses hingga ke pelosok desa, kini Ustadz Ahmad Hadian Kardiadinata kembali mewujudkan mimpi petani warga Desa Gunung Bandung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Gunung Bandung Budiono, selama bertahun-tahun petani setempat kesulitan mengangkut hasil pertanian karena kondisi jalan dari desa ke lokasi persawahan dalam kondisi rusak berlubang-lubang.

"Bahkan setiap musim hujan, jalan usaha tani di desa tersebut sangat sulit dilalui karena jalan lembek dan licin," terang Budiono saat kunjungan Ahmad Hadian bersama Citra Muliadi Bangun ke desa tersebut, Rabu (03/08/2022).

Baca juga: Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga

Budiono atas nama pribadi dan atas nama petani setempat menyampaikan terimakasih kepada kedua politisi PKS tersebut yang telah memperjuangkan pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) di persawahan warga desa.

"Terimakasih kepada Ustadz Hadian anggota DPRD Sumatera Utara yang telah memperjuangkan pembuatan JUT sepanjang 410 meter melalui anggaran provinsi. Terimakasih juga kepada Citra Muliadi Bangun yang juga ikut memperjuangkannya," ungkap Budiono.

Meski telah diperjuangkan hingga JUT dibangun didesanya, Budiono pada kesempatan itu minta kepada Ahmad Hadian Kardiadinata agar memperjuangkan pembuatan irigasi di desanya yang mayoritas dihuni petani sawah.

"Kami juga mohon kepada Pak Hadian agar didesa kami dibangun irigasi untuk mengairi ratusan hektare lahan persawahan.

Baca juga: Disdikbud Kota Padang Jalin Kerja Sama Pengelolaan Keuangan dengan BRI

Selama ini kami menggunakan pompanisasi untuk mengalirkan air dari anak sungai ke sawah kami. Kondisi ini membuat biaya operasional petani semakin bertambah hingga keuntungan yang diperoleh petani menjadi lebih sedikit," beber Budiono.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: