ADVETORIAL

BERPREDIKAT SANGAT BAGUS SELAMA 5 TAHUN, Bank Nagari Sabet Golden Trophy Infobank Awards ke-27

Sabtu, 27 Agustus 2022, 19:16 WIB | Ekonomi | Kota Padang
BERPREDIKAT SANGAT BAGUS SELAMA 5 TAHUN, Bank Nagari Sabet Golden Trophy Infobank Awards...
Direktur Kepatuhan Bank Nagari Restu Wirawan didampingi Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan (Sekper) Idrianis saat menerima penghargaan Golden Trophy dan Kelas Modal Inti (KBMI) 1 dari majalah Infobank dalam acara Infobank Awards ke-27 tahun 2022, Kamis (25/8). IST
IKLAN GUBERNUR

Pertama, menentukan formula rating yang didasarkan pada perkembangan perbankan dan kebijakan regulator, serta pencapaian perbankan secara industri. Kedua, mengumpulkan laporan keuangan bank-bank, yang terdiri atas neraca dan rugi laba selama dua tahun, serta laporan GCG dan profil risikonya.

Ketiga, memasukkan skor GCG dan profil risiko serta mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan. Tahap selanjutnya, BiRI mengelompokkan bank-bank sesuai dengan kelompok modal inti, mulai dari KMBI 4 sampai dengan 1.

Tahapan terakhir adalah pemberian notasi akhir untuk memberikan predikat dan pemeringkatan setelah index nilai terkumpul.

Baca juga: Sepanjang 2023 Sumatera Barat Meraih Prestasi Luar Biasa: Komitmen, Kerja Keras, dan Peningkatan Terus Berlanjut

Kriteria penilaian yang diterapkan Biro Riset Infobank hampir sama, bahkan lebih berat daripada kriteria yang digunakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bila penilaian kesehatan bank versi regulator hanya mengacu pada profil risiko, GCG, rentabilitas, dan permodalan, pada kesempatan ini Biro Riset Infobank menambah kriteria-kriteria lain seperti efisiensi dan pertumbuhan..

Direktur Biro Riset Infobank sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, Eko B. Supriyanto dalam kata pengantar pembukaan forum kali ini mengutarakan bahwa industri perbankan perlu tetap berhati-hati pada masa yang tidak menentu saat ini. Walaupun kondisi ekonomi domestik sudah mulai pulih, namun masih dibayangi kondisi ekonomi makro.

Dikatakannya sinyal resesi di dunia menguat dan bisa menular sampai ke Indonesia dengan 3 persen probabilitas menurut data Kementerian Keuangan. Krisis kesehatan juga belum sepenuhnya selesai.

Pada masa yang tidak pasti ini, dimana sektor perbankan sedang berupaya menjaga likuditas dan mengatur siasat atas kenaikan tingkat suku bunga kredit, bank turut dihadapkan oleh kemunculan debitur-debitur sontoloyo dengan finansial mumpuni yang lari dari kewajiban kreditnya dan mengatasnamakan restrukturisasi, bahkan berani melaporkan bank ke penegak hukum.

"Standar operasi yang ketat, diimbangi dengan selektif memilih calon debitur masih perlu dijaga oleh perbankan saat ini", ujar Eko pada prakata pembukaan kegiatan ini yang diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Second Half Economic Forecasting 2022 diawali dengan Forum Nasional bertajuk "Mewaspadai Signal Resesi dan Debitur Nakal" yang dibuka dengan Keynote Speech Dr. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK terkait Arah Pengawasan dan Kebijakan Perbankan di Tengah Ketidakpastian.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: