FGD Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
FIK UNP Memetakan Peluang Lulusan yang Berkompetensi Digital

Seperti yang disampaikan oleh Revolusi Riza, Wakil Pemimpin Redaksi CNN TV Indonesia. Dia menjabarkan bahwa untuk bisa bekerja sebagai jurnalis tidak membutuhkan skill tertentu. Tetapi hanya cukup sikap skeptis terhadap sesuatu.
"Jurnalis tidak boleh mudah percaya dengan suatu informasi, dengan demikian, berarti jurnalis harus mencari tahu dan menggali kebenaran dari informasi tersebut. Ini modal dasar untuk menjadi jurnalis," ujar Revolusi.
Selanjutnya Revolusi menyampaikan bahwa untuk peluang lulusan olahraga itu pun juga sangat besar dalam bidang jurnalis olahraga. Terutama lebih bisa menjadi expert (ahli) terkait bidang tersebut. "Sehingga dalam penyampaian informasi atau berita menjadi lebih berisi," ujarnya.
Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat
Nara sumber berikutnya Eko Nuryanto, S.Pd., dari staf marketing, PT Gading Raya Propetindo yang menyampaikan materi terkait peluang lulusan olahraga sebagai Digital Marketing. Eko menjelaskan bahwa profesi sebagai digital marketer masih sangat terbuka lebar.
"Apalagi keseharian kita tidak terlepas dari peran sosial media. Sehingga, jika lulusan olahraga dapat memanfaatkan hal tersebut, bisa menjadi profesi yang menjanjikan," ujarnya.
Selain itu, eko juga menyampaikan terkait tentang pentingnya seorang mahasiswa untuk mulai mem-branding dirinya melalui sosial media. Sehingga dapat lebih mudah menjual skill yang dimiliki, karena bisa diketahui oleh masyarakat luas.
"Harus bisa manfaatkan peluang, jika tidak maka akan tertinggal. Karena kompetisi di dunia digital sekarang sangat keras," ujar Eko.
Narasumber berikutnya Dr. Astri Ayu Irawan dari Perkumpulan Terapis Olahraga Indonesia menyampaikan bahwa peluang lulusan olahraga adalah sebagai tenaga sport recovery trainer atau dulu sering disebut sebagai masseur.
"Ini adalah salah satu peluang yang sangat menjanjikan bagi para lulusan, karena keahliannya sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama para pelaku olahraga," ujarnya.
Oleh karena itu, Astri memberikan rekomendasi agar PKO menyediakan mata kuliah sport recovery trainer yang merupakan pengembangan dari massage karena juga harus menguasai kinesiotaping dan pemulihan pasca latihan ataupun pertandingan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
- UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya
- UNP Gelar Bunkasai XII, Perkenalkan Budaya Jepang Melalui Berbagai Kegiatan
- Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT